Kamis, 20 Mei 2021 11:30 WIB

Kemenkes RI Belum Berencana Berikan Dosis Ketiga Vaksin Corona, Ini Alasannya

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Sejumlah tokoh agama dan guru di Kota Sidoarjo menjalani vaksinasi perdana vaksin AstraZeneca. Pelaksanaan vaksinasi itu ditinjau langsung Presiden Joko Widodo. Foto: ANTARA FOTO/Umarul Faruq
Jakarta -

Sejumlah negara seperti Uni Emirat Arab, Bahrain, hingga Inggris tengah merencanakan dosis ketiga vaksin Corona sebagai 'booster' pasca disuntik dosis kedua. UEA sendiri mengaku langkah ini sebagai upaya memberikan perlindungan maksimal bagi warganya.

Sementara, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menegaskan belum ada rencana untuk memberikan dosis ketiga vaksin Corona. Hal ini diungkap juru bicara vaksinasi COVID-19 Kemenkes dr SIti Nadia Tarmizi.

"Belum (ada rencana pemberian dosis ketiga vaksin Corona)," tegas dr Nadia lewat pesan singkat kepada detikcom Kamis (20/5/2021).

"Belum ada bukti klinis perlu booster," lanjutnya.

Seperti diketahui, dalam program vaksinasi pemerintah, Indonesia sudah memakai vaksin Corona Sinovac dan vaksin AstraZeneca. Hasil uji vaksin Sinovac di dunia nyata menurut para peneliti Kemenkes, menunjukkan angka efikasi sangat tinggi.

"Berdasarkan analisis yang kita lakukan, kita menemukan dosis lengkap bisa menurunkan atau mengurangi risiko 94 persen COVID-19 bergejala pada individu yang menerima vaksinasi penuh atau 2 dosis," jelas ketua tim peneliti, Panji Dhewantara, beberapa waktu lalu.

Berikut data efektivitas vaksin Corona Sinovac berdasarkan pemantauan pada 120 ribu tenaga kesehatan pasca divaksinasi.

- Efektif mencegah COVID-19 pada hari ke-28 hingga ke-63: 94 persen
- Efektif mencegah perawatan di RS akibat COVID-19 hingga hari ke-28: 96 persen
- Efektif mencegah kematian karena COVID-19 pada hari ke-28 hingga ke-63: 98 persen



Simak Video "Epidemiolog: Dosis Ketiga Sinovac Baiknya Diberikan Setelah 6 Bulan"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)