Kamis, 20 Mei 2021 18:48 WIB

Efek Mudik Lebaran Belum Terasa, Satgas COVID-19 Pantau 2 Pekan ke Depan

Vidya Pinandhita - detikHealth
Cara unik dilakukan Polsek Serpong untuk mengingatkan pemudik wajib menjalani tes antigen sepulangnya ke rumah. Mereka menyertakan Superman dan Batman saat berkeliling kampung. Ilustrasi tes Corona (Foto: Andhika Prasetia)
Jakarta -

Kerumunan di berbagai titik, terutama tempat wisata dan pusat perbelanjaan, banyak dilaporkan sepanjang mudik dan libur lebaran lalu. Meski berpotensi memicu lonjakan kasus COVID-19, efeknya belum bisa diamati saat ini.

"Manifestasi kasus Lebaran sejak periode peniadaan mudik 6-17 Mei 2021 baru bisa kita lihat 2 minggu ke depan berdasarkan analisis data yang valid," terang juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito, dalam konferensi pers virtual, Kamis (20/5/2021).

"Mengingat perkembangan COVID-19 ini berdasarkan riwayat alamiah penyakitnya membutuhkan waktu baik untuk terdeteksi pada alat diagnostik maupun menunjukan gejala," lanjutnya.

Prof Wiku menegaskan, masyarakat yang sempat pergi mudik sepanjang libur Lebaran 2021 perlu melakukan langkah antisipatif terhadap risiko penularan COVID-19. Salah satunya dengan melakukan karantina selama 5x24 jam.

"Pelaku perjalanan wajib melakukan karantina 5x24 jam karena mobilitas yang dilakukan di masa pandemi adalah aktivitas yang berisiko. Ini adalah bentuk tanggung jawab bagi diri sendiri dan orang-orang terdekat," tegasnya.

Ia mengingatkan, posko di desa dan kelurahan setempat perlu melakukan pengawasan dan langkah preventif berupa testing dan tracing. Khususnya, pada daerah tujuan arus balik untuk menekan risiko penyebaran COVID-19.



Simak Video "Begini Cara Aman Menyusui Bayi dari Ibu yang Positif Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)