Jumat, 21 Mei 2021 13:24 WIB

Perlukah Medical Check Up sebelum Divaksin AstraZeneca? Ini Penegasan Dokter

Vidya Pinandhita - detikHealth
Vaksinasi COVID-19 tahap kedua untuk atlet dilakukan di Rumah Sakit Olahraga Nasional, Cibubur, Jakarta Timur, Jumat (12/3). Vaksinasi untuk atlet dan pelatih ini dilakukan secara bertahap. Ilustrasi vaksinasi COVID-19. Foto: DEDY ISTANTO
Jakarta -

Terkait penghentian vaksin Corona AstraZeneca batch CTMAV547, dokter menegaskan untuk tak perlu khawatir. Pasalnya, investigasi yang kini tengah dilakukan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) adalah tindakan prosedural khusus pada batch yang bersangkutan.

Pada Rabu (19/5/2021), BPOM menyebut pihak Komnas PP Komnas KIPI, Komda PP KIPI, dan organisasi profesi terkait masih melakukan analisis sebab-akibat vaksin AstraZeneca dengan laporan kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI).

"Di negaranya sendiri UK prosedurnya begitu ada KIPI berat, prosedur vaksinasi memang dihentikan. Itu dibuktikan oleh para ilmuwan dan ahli apakah itu berhubungan atau tidak, begitu dinyatakan tidak berhubungan, dibuka lagi, bisa dipakai lagi," terang Ketua Pokja Infeksi Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) dr Erlina Burhan SpP dalam diskusi daring, Jumat (21/5/2021).

"Begitu pula untuk batch itu yang dihentikan, bukan semuanya. Memang prosedur ini adalah prinsip kehati-hatian," lanjutnya.

Ia menegaskan, masyarakat tak perlu ambil langkah berlebihan dengan melakukan medical check up lebih dulu hanya karena mau divaksin. Kecuali, jika calon penerima vaksin memiliki riwayat penyakit komorbid, misalnya gangguan jantung.

"Kalau memang kita ragu-ragu, misalnya katakan seseorang mempunyai penyakit jantung ragu-ragu, maka lebih baik konsultasi pada dokternya untuk dapat rekomendasi apakah kondisi jantungnya tidak masalah untuk divaksin. Bukan medical check up, tapi lebih ke kondisi masing-masing," tegasnya.

Meski demikian, medical check up rutin sah-sah saja dilakukan. Dalam banyak kasus, adanya kondisi kesehatan tertentu seperti masalah jantung dan paru-paru baru ketahuan ketika melakukan medical check up.

Turut hadir dalam diskusi, juru bicara vaksinasi COVID-19 tingkat pusat & Duta Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) dr Reisa Broto Asmoro mengingatkan, vaksin AstraZeneca sudah mengantongi izin penggunaan darurat.

Bahkan, disebut sebagai vaksin dengan jumlah penggunaan terbanyak di Eropa dan terbukti menekan kasus baru.

"Didasari adanya izin penggunaan darurat dari BPOM, fatwa MUI, dan rekomendasi WHO, ITAGI. Maka tenang saja memanfaatkan vaksin ini. Kalau masih ragu terkait pengentalan darah, boleh lakukan pemeriksaan diri dulu untuk orang yang berpotensi memiliki gangguan darah. Tapi kalau tidak, tidak perlu ketakutan," ujarnya.



Simak Video "Hasil Uji Coba Akhir Vaksin CureVac Kurang Ampuh Lawan COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)