Senin, 24 Mei 2021 08:05 WIB

Fakta-fakta Hipotermia di Balik tewasnya 21 Pelari Ultra Marathon di China

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Shenzhen, ?hina - December 7, 2014: Five medical support people help  injured unidentified marathon runner  on the street,one runner running on the distance,shenzhen city,guangdong province,china Sebanyak 21 pelari ultramaraton di China tewas. (Foto ilustrasi: iStock)
Jakarta -

Sebanyak 21 pelari ultramaraton di China tewas setelah dihantam cuaca ekstrem. Angin kencang dan hujan es melanda para peserta, sebagian pelari mengalami hipotermia.

Dikutip dari BBC, musibah ini terjadi saat perlombaan ultramarton 100 km di Yellow River Stone Forest, sebuah lokasi wisata di Provinsi Gansu, pada Sabut (22/5/2021).

Perlombaan dihentikan ketika beberapa dari 172 pelari dilaporkan hilang. Kemudian, operasi penyelamatan pun dilakukan.

Disebutkan, banyak pelari yang tersesat mengalami hipotermia. Para pejabat setempat pun memastikan bahwa 151 pelari saat ini sudah dipastikan aman, 8 di antaranya cedera.

Perlombaan dimulai pada Sabtu (22/5/2021) pukul 09.00 waktu setempat, dengan beberapa peserta berangkat hanya menggunakan celana pendek dan kaos oblong.

Menurut peserta yang selamat, ramalan cuaca telah memprediksi akan ada angin dan hujan. Namun, kondisi cuaca yang terjadi justru lebih buruk dari yang diperkirakan.

Sekitar tiga jam setelah ultramaraton dimulai, bagian pegunungan dari rute perlombaan dilanda hujan es, hujan lebat, dan angin kencang, yang menyebabkan suhu turun drastis.

Hingga mengakibatkan sebanyak 21 pelari meninggal dunia. Kejadian ini pun telah memicu kemarahan publik. Mereka kecewa dengan kurangnya perencanaan darurat terkait kondisi cuaca buruk tersebut.

"Sebagai penyelenggara acara, kami sangat bersalah dan menyesal. Kami menyampaikan belasungkawa dan simpati yang dalam kepada keluarga para korban dan yang terluka," lata Wali Kota Baiyin Zhang Xuchen, Minggu (23/5/2021).

Apa itu hipotermia?

Dikutip dari Mayo Clinic, hipotermia merupakan kondisi kedaruratan medis ketika hilangnya panas tubuh lebih cepat daripada produksi panasnya. Saat suhu tubuh drop, berbagai fungsi organ bisa mengalami gangguan termasuk jantung.

Gejala hipotermia

Gejala paling awal yang bisa dikenali adalah menggigil. Berikutnya, gejala lain yang menyertai hipotermia adalah:

  • Menggigil
  • Susah bicara
  • Denyut jantung melemah
  • Napas lambat
  • Mengantuk dan lemas
  • Bingung dan hilang ingatan
  • Tidak sadarkan diri.


Simak Video "China Kembali Diamuk Corona, Timbul Klaster Sekolah"
[Gambas:Video 20detik]
(ryh/up)