Australia melaporkan 0 (nol) penambahan kasus transmisi lokal COVID-19. Namun hal ini tak menjamin Australia bebas dari COVID-1. Asosiasi Medis Australia menyebut, Australia hanya sedang menghitung waktu menuju lonjakan kembali kasus COVID-19.
Mengacu pada laman Departemen Kesehatan Australia per Senin (24/05/2021) pukul 09.00, Australia mencatat 0 penambahan kasus lokal dan 0 kasus COVID-19 yang sedang dalam investigasi dalam 24 jam terakhir. Sedangkan untuk kasus impor, tercatat sebanyak 3 kasus dalam 24 jam terakhir.
Kepala Asosiasi Medis Australia, dr Omar Khorshid menegaskan, laporan di Australia kini tak menjamin Australia bebas dari COVID-19. Pasalnya, Australia sudah membuka pintu masuk dari luar negeri, sementara belum semua negara memiliki program vaksinasi COVID-19 yang memadai.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada ketidakimbangan program vaksinasi di dunia sehingga kita akan memiliki titik virus COVID dalam jumlah besar, yang menghancurkan dalam waktu lama," katanya, dikutip dari The Guardian, Senin (24/5/2021).
"Kita harus mengelola risiko dari pembukaan wilayah dengan mekanisme vaksinasi, karantina, dan sistem kesehatan yang ditingkatkan," lanjutnya.
Vaksinasi COVID-19 di Australia memang masih berjalan dan ditargetkan akan diberikan pada masyarakat dalam jumlah yang amat banyak.
Namun Khorsid menekankan, tak tertutup kemungkinan vaksin yang sudah tersedia sekarang tak 100 persen mempan varian-varian baru.
Maka, masyarakat Australia harus membuka mata bahwa mereka belum sepenuhnya aman dari wabah. Vaksinasi yang sudah berjalan pun tak berarti masyarakat Australia bebas menjalani aktivitas tanpa penerapan protokol kesehatan yang ketat.
"Kita memerlukan sistem kesehatan yang mampu menangani beban tambahan penyakit yang akan datang karena COVID-19," kata Khorsid.
"Tentu saja kami berhasil tidak terkena flu selama beberapa tahun terakhir karena tindakan yang sudah kami lakukan untuk mencegah COVID-19. Jadi kami juga perlu mempersiapkan sistem kesehatan untuk menghadapi lonjakan kasus baru COVID-19," pungkasnya.
(vyp/up)











































