China membantah dengan keras laporan Wall Street Journal yang mengutip materi intelijen AS terkait beberapa staf di laboratorium Wuhan jatuh sakit mirip gejala COVID-19 sebelum kasus pertama tercatat di negara itu.
Juru bicara kementerian luar negeri China, Zhao Lijian, menegaskan temuan tiga peneliti di Institut Virologi Wuhan (WIV) yang jatuh sakit pada akhir 2019 itu sama sekali tidak benar.
"Amerika Serikat terus menerus menggembar-gemborkan teori 'kebocoran laboratorium', apakah AS peduli dengan keterlacakan atau hanya mencoba mengalihkan perhatian?" kata Zhao dikutip dari The Guardian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Zhao juga menyebut bahwa Institut Virologi Wuhan tidak pernah menangani Sars-COV-2, virus penyebab COVID-19, sebelum 30 Desember 2019.
Diberitakan sebelumnya, laporan Wall Street Journal muncul pada malam pertemuan penting Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yang diharapkan membahas secara rinci tahap selanjutnya dari penyelidikan tentang asal-usul COVID-19.
Dalam sebuah laporan intelijen AS yang dirahasiakan selama masa pemerintahan mantan presiden AS Donald Trump, disebut bahwa 3 peneliti dari Institut Virologi Wuhan (WIV) sempat mengalami sakit parah pada November 2019.
Mereka disebut sempat mencari perawatan rumah sakit. Akan tetapi, belum ada kepastian terkait apakah peneliti dirawat di rumah sakit dan gejalanya.
(kna/up)











































