Selasa, 25 Mei 2021 08:33 WIB

Staf Lab Wuhan Berobat Sebelum Pandemi COVID-19, Intelijen AS Bergerak

Vidya Pinandhita - detikHealth
Ribuan orang terinfeksi virus corona di Wuhan, China. Berbulan-bulan berjibaku lawan COVID-19, Wuhan bangkit dan laporkan tak ada kasus baru virus Corona. Ilustrasi COVID-19 di Wuhan. Foto: Getty Images/Stringer
Jakarta -

Badan Intelijen Amerika Serikat memeriksa kabar adanya peneliti di laboratorium virologi Cina yang sempat sakit parah pada 2019, tepatnya sebulan sebelum temuan pertama kasus COVID-19. Namun masih rancu, hingga kini belum ada bukti bahwa penyakit tersebut berasal dari laboratorium.

Dalam sebuah laporan intelijen AS yang dirahasiakan selama masa pemerintahan mantan presiden AS Donald Trump, disebut bahwa 3 peneliti dari Institut Virologi Wuhan (WIV) sempat mengalami sakit parah pada November 2019.

Peneliti tersebut diketahui sempat mencari perawatan rumah sakit. Akan tetapi, belum ada kepastian terkait apakah peneliti dirawat di rumah sakit dan gejalanya.

"Kami tidak memiliki cukup informasi untuk menarik kesimpulan tentang asal-usul virus Corona," kata Sekretaris Pers Gedung Putih Jen Psaki dalam konferensi pers, dikutip dari Reuters, Selasa (25/5/2021).

"Kami memerlukan data. Kami membutuhkan penyelidikan independen. Dan itulah yang kami usahakan," lanjutnya.

Dibantah Cina

Juru bicara kementerian luar negeri China, Zhao Lijian, menegaskan bahwa kabar temuan peneliti WIV sakit parah tersebut sama sekali tidak benar.

Asal-usul virus Corona memang masih menjadi perdebatan. Dalam laporan oleh para ilmuwan Cina pada Maret lalu disebutkan, virus tersebut mungkin ditularkan dari kelelawar ke manusia melalui hewan lain. Bahkan, sejumlah pihak menganggap kecelakaan laboratorium sebagai pemicu penyebaran virus adalah mustahil.

Komunitas intelijen AS menyebut, pihaknya tak mengesampingkan kedua teori tersebut. Namun, kemungkinan penyebaran virus akibat kecelakaan di WIV tersebut tetap tak bisa dibantah begitu saja.

Pihak AS khawatir, WHO tak bisa bersikap independen dalam menyelidiki asal-usul COVID-19 di Cina.

"Kami terus memiliki pertanyaan serius tentang awal munculnya pandemi COVID-19, termasuk asal-usulnya di Cina," kata juru bicara Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih.



Simak Video "Hati-hati dengan Badai Sitokin "
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)