Rabu, 26 Mei 2021 12:13 WIB

Masih Jadi Misteri, AS Minta WHO Transparan soal Asal-usul Virus Corona

Vidya Pinandhita - detikHealth
Bangkok, Thailand - Mar 2020 : Crowd of unrecognizable business people wearing surgical mask for prevent coronavirus Outbreak in rush hour working day on March 18, 2020 at Bangkok transportation Ilustrasi pandemi COVID-19. Foto: Getty Images/Tzido
Jakarta -

Amerika Serikat menduga kuat virus Corona berasal dari laboratorium di China. Mengingat, kasus pertama COVID-19 ditemukan di Wuhan, provinsi Hubei pada 2019.

Baru-baru ini, Badan Intelijen Amerika Serikat melaporkan temuan 3 orang peneliti dari Institut Virologi Wuhan (IVW) yang sempat sakit parah pada November 2019, berdekatan dengan temuan pertama kasus COVID-19. Dilaporkan, 3 peneliti tersebut sempat mencari perawatan rumah sakit, namun belum ada kepastian soal gejala yang dialami.

Hal tersebut bertentangan dengan pernyataan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO pada Maret 2021, yang menegaskan bahwa teori virus Corona disebabkan kecelakaan di laboratorium 'sangat tidak mungkin'. WHO menyebut, penelitian lebih lanjut masih amat diperlukan.

Juru bicara kementerian luar negeri China, Zhao Lijian pula membantah laporan AS. Menurutnya, kabar temuan peneliti WIV sakit parah tersebut sama sekali tidak benar.

Dalam pertemuan bersama WHO, Selasa (25/5/2021), Menteri Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS Xavier Becerra menegaskan bahwa AS mengharapkan ketelitian dalam penyelidikan yang berlangsung.

Ia tak secara langsung menyebut 'China'. Namun menurutnya, imbas pandemi yang telah merembet ini perlu dikaji secara transparan.

"Pandemi COVID-19 bukan hanya terjadi selama satu tahun dalam hidup kita, tapi juga memengaruhi jutaan nyawa," kata Becerra dalam pidatonya di Majelis Kesehatan Dunia, dikutip dari BBC, Rabu (26/5/2021).

"Fase 2 dari studi asal-usul COVID-19 harus dilakukan dengan kerangka acuan yang transparan, berbasis sains dan memberi para ahli internasional kebebasan untuk menilai sumber virus dan hari-hari awal wabah," lanjut Becerra.

Ia berharap, investigasi WHO perihal asal-usul virus Corona bisa sepenuhnya terlepas dari campur tangan dan politisasi.



Simak Video "Cerita Warga yang Kesulitan Dapatkan Vaksin Dosis Kedua"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/kna)