Kamis, 27 Mei 2021 08:17 WIB

Beri Waktu 90 Hari, Biden Perintahkan Intel AS Selidiki Asal-usul COVID-19

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat Joe Biden telah menginstruksikan Badan Intelijen AS untuk menyelidiki asal-usul COVID-19. Ini untuk membuktikan apakah benar virus Corona berasal dari kontak antara manusia dan hewan, atau dari laboratorium China.

Dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu, Biden mengatakan Badan Intelijen AS telah menggabungkan dua skenario yang mungkin saja terjadi terkait asal-usul COVID-19. Namun, hingga saat ini belum bisa disimpulkan secara pasti tentang dari mana virus Corona berasal.

Oleh karenanya, Biden meminta Badan Intelijen AS "untuk melipatgandakan upaya dalam mengumpulkan dan menganalisis informasi yang dapat membawa kita lebih dekat ke kesimpulan yang pasti", dan melaporkan kembali kepadanya dalam waktu 90 hari.

"AS akan terus bekerja dengan para mitra yang berpikiran sama di seluruh dunia untuk menekan China agar mau berpartisipasi dalam penyelidikan internasional berbasis bukti yang penuh, transparan, dan untuk memberikan akses ke semua data dan bukti yang relevan," ujar Biden, dikutip dari BBC.

Sebelumnya Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyimpulkan bahwa penularan virus Corona berasal dari kontak antara manusia dan hewan adalah skenario yang paling mungkin terjadi. Sedangkan teori COVID-19 disebabkan kecelakaan di laboratorium "sangat tidak mungkin".

Meski demikian, WHO pun mengaku penelitian lebih lanjut terkait asal-usul COVID-19 tetap perlu dilakukan.

Teori COVID-19 berasal dari laboratorium kembali menguat setelah laporan dari intelijen AS yang mengatakan ada tiga orang peneliti dari Institut Virologi Wuhan (WIV) yang sakit parah pada November 2019, satu bulan sebelum kasus pertama COVID-19 dilaporkan.

Namun, juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijan, membantah laporan AS. Menurutnya, kabar temuan peneliti WIV yang sakit parah tersebut sama sekali tidak benar.

(ryh/fds)