Kamis, 27 Mei 2021 20:30 WIB

Tolak Divaksin COVID-19, Warga Satu Desa di India Kabur dan Lompat ke Sungai

Ayunda Septiani - detikHealth
Jumlah kasus harian COVID-19 di India masih tinggi. Warga pun ramai-ramai datangi pusat vaksinasi Corona di Mumbai demi mendapatkan vaksin COVID-19. Foto: AP Photo/Rafiq Maqbool
Jakarta -

Di saat petugas kesehatan di India tengah berusaha untuk memastikan stok vaksin COVID-19 bisa disuntikkan ke warga. Ternyata masih ada penolakan yang muncul di masyarakat.

Salah satunya penduduk di satu desa yang melarikan diri dari rumah dan melompat ke sungai untuk menghindari agar tidak divaksinasi.

Sekitar 200 warga di Desa Sisoda, Barabanki, Provinsi Uttar Pradesh, mereka menilai vaksin COVID-19 itu sebagai 'suntikan beracun'.

Sehingga, warga pun meninggalkan rumah mereka ketika tim kesehatan tiba untuk mengkampanyekan vaksinasi pada Sabtu 23 Mei lalu.

"Kami mencapai desa dengan tim medis untuk memvaksinasi penduduk desa. Namun, begitu mereka melihat kami mendekat, banyak dari mereka yang melarikan diri. Ketika kami mencoba menghentikan mereka, mereka melompat ke sungai," jelas hakim sub-divisi (SDM) Rajiv Shukla seperti dikutip dari laman Newsweek.

"Kami mencoba membuat mereka peka soal pentingnya vaksinasi, tetapi mereka tidak menyerah," ujar Shukla.

Selain itu, beberapa orang lari dari petugas medis dan melompat ke Sungai Saryu ketika informasi yang salah menyebar ke seluruh desa bahwa vaksin COVID-19 beracun. Mereka juga percaya bahwa laporan soal vaksin itu dapat menyebabkan kematian, impotensi atau infeksi virus.

Seorang petani lokal, Shishupal mengatakan, kepada media setempat bahwa dia mendengar orang sekarat setelah menerima vaksin virus Corona dan mengatakan dia tidak mempercayai pemerintah.

"Saya mendapat informasi ini dari beberapa teman saya yang bekerja di kota-kota besar. Saya yakin karena pejabat setempat belum menjawab pertanyaan saya. Paman saya sendiri, yang bekerja di Delhi, meninggal sebulan setelah kedua suntikan vaksin. Apa lagi bukti yang saya butuhkan," jelasnya.

"Adakah jaminan bahwa kita tidak akan tertular setelah vaksin? Banyak di desa sekitar yang terburu-buru untuk mengambil vaksin dan kemudian tertular," tambahnya.

Keraguan vaksin di pedesaan di India telah menjadi masalah yang meluas selama beberapa bulan. National Geographic melaporkan, sebuah survei nasional yang dilakukan pada Desember menemukan bahwa hanya 44 persen penduduk desa yang mengatakan bahwa mereka bersedia mendapatkan suntikan tersebut.

Desas-desus dan informasi yang salah soal keamanan vaksin telah menjadi salah satu kendala terbesar bagi pejabat kesehatan.

Sejak Februari lalu, India berjuang mengatasi gelombang kedua infeksi COVID-19 yang membuat rumah sakit kewalahan dan tanpa pasokan oksigen yang memadai.

Saat kematian akibat COVID-19 menumpuk, krematorium kehabisan kayu untuk membangun tumpukan kayu pemakaman dan beberapa kota terpaksa mengubah taman, tempat parkir, dan ruang publik lainnya menjadi tempat kremasi darurat.



Simak Video "Kapan Sebaiknya Dosis Ketiga Vaksin COVID-19 Diberikan?"
[Gambas:Video 20detik]
(ayd/kna)