Jumat, 28 Mei 2021 08:09 WIB

Asal-usul Virus Corona Masih Gelap, Intelijen AS Galau di Antara 2 Teori Ini

Vidya Pinandhita - detikHealth
The Manhattan bridge is seen in the background of a flashing sign urging commuters to avoid gatherings, reduce crowding and to wash hands in the Brooklyn borough of New York, on Thursday, March 19, 2020. In a matter of days, millions of Americans have seen their lives upended by measures to curb the spread of the new coronavirus. For most people, the new coronavirus causes only mild or moderate symptoms. For some it can cause more severe illness. (AP Photo/Wong Maye-E) Ilustrasi pandemi COVID-19 di AS. Foto: AP Photo/Wong Maye-E
Jakarta -

Komunitas intelijen Amerika Serikat tak memungkiri adanya 2 kemungkinan asal muasal virus Corona. Pasalnya hingga kini, dugaan kuat mereka perihal virus Corona berasal dari kecelakaan di laboratorium Wuhan pun belum berbasis bukti yang kuat.

Teori lainnya, virus Corona muncul secara alami dari kontak manusia dengan hewan yang terinfeksi.

"Komunitas Intelijen AS tidak tahu persis di mana, kapan, atau bagaimana virus COVID-19 awalnya ditularkan. Tetapi, mengacu pada 2 skenario yang mungkin terjadi," terang Kantor Direktur Intelijen Nasional (ODNI), dikutip dari Reuters, Kamis (28/5/2021).

Menurutnya, hingga kini belum ada informasi yang cukup kuat untuk menilai 2 kemungkinan virus Corona tersebut. Ditegaskan, kedua teori tersebut sama-sama masih jauh dari konklusi perihal penyebab awal COVID-19.

Hal tersebut dibenarkan oleh Presiden Amerika Serikat Joe Biden. Mengatasi perdebatan atas 2 teori ini, ia menegaskan peningkatan upaya investigasi oleh Badan Intelijen AS, dengan batas waktu pelaporan hingga 90 hari ke depan.

"Saya menugaskan Komunitas Intelijen untuk melipatgandakan upaya analisis informasi agar bisa mendapatkan kesimpulan yang pasti. Saya minta mereka untuk melaporkan kembali kepada saya dalam 90 hari," kata Biden.

"Sebagai bagian dari laporan itu, saya meminta bidang penyelidikan lebih lanjut yang mungkin diperlukan, termasuk pertanyaan khusus untuk China," lanjutnya.

Sebelumnya pada Maret 2021, laporan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bersama para ilmuwan China menyebut, teori AS soal virus Corona berasal dari kecelakaan di laboratorium adalah sangat tidak mungkin. Ditambah berdasarkan penelitian selama 4 minggu pada Wuhan, mereka meyakini virus ini ditularkan dari kelelawar pada manusia melalui hewan lain.



Simak Video "Cerita Warga yang Kesulitan Dapatkan Vaksin Dosis Kedua"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)