Senin, 31 Mei 2021 15:58 WIB

Kudus Zona Merah, Antisipasi Lonjakan Tajam Kasus Corona

Dian Utoro Aji - detikHealth
RSUD dr Loekmonohadi Kudus Foto: Dian Utoro Aji/detikHealth
Kudus -

Kudus menjadi zona merah penyebaran virus Corona atau COVID-19. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyebutkan rumah sakit di Kudus sudah penuh.

"Memang ternyata sudah penuh (di RSUD Kudus), tetapi ini Pak Direktur sama Pak Bupati sudah menyiapkan tambahan di sini (Gedung AKBID yang dijadikan ruang isolasi mandiri). Sehingga perlu dirawat masih bisa, tapi memang sudah penuh," kata Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo saat berkunjung di RSUD dr Loekmonohadi Kudus, Senin (31/5/2021).

Dari pantauan di lokasi Ganjar didampingi Bupati Kudus HM Hartopo dan instansi terkait mengecek pelayanan di RSUD dr Loekmonohadi Kudus. Ganjar bersama rombongan pun menyempatkan diri mengecek warga yang menjalani isolasi di gedung AKBID Kudus.

Ganjar mengatakan upaya dilakukan untuk mengatasi lonjakan tajam kasus Corona di Kudus. Di antaranya meminta rumah sakit di Semarang untuk membantu pasien yang berasal dari Kudus.

"Sehingga kita menyiapkan cadangannya, kalau kita lihat di kota Semarang sudah disiapkan. Maka kemarin ada yang dari Kudus dikirim ke Kota Semarang nggih," jelasnya.

Dia menjelaskan sejumlah bantuan pun dikirim ke Kudus. Seperti alat pelindung diri (APD) hingga tenaga kesehatan.

"Itu cara kerja sama kita cara tolong-menolong antar kabupaten kota, dari pusat dari provinsi kita kasih bantuan. APD kita kirim, nakes tambahan kita kirim sehingga nanti pengelolaan di sini jauh lebih baik," ungkapnya.

Ganjar pun meminta kepada pemerintah daerah untuk mempertegas prosedur perawatan pasien yang terpapar Corona. Sehingga tidak menambah penyebaran kasus Corona di Kudus.

"Saya minta SOP saja diperketat sehingga nanti agar tidak tertular ke yang lain. Ada yang terpapar ada penunggunya, nanti SOP kita minta diperketat agar tidak menambah potensi penularan yang lainnya," ucapnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Faktor yang Memengaruhi Keparahan Pasien Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]