Senin, 31 Mei 2021 21:26 WIB

Sudah Ada Corona Varian Afsel di DKI, Kemenkes Wanti-wanti Risiko Reinfeksi

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
COVID-2021 South African Variant Virus Corona varian Afsel (Foto: Getty Images/iStockphoto/Innocent Maboshe)
Jakarta -

Ada empat kasus varian Corona baru Afrika Selatan yang ditemukan di Indonesia. Pertama kali ditemukan di Bali, varian Corona B1351 yang diyakini para ahli 'varian raja' rupanya cukup berbeda dibanding yang lain.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) dr Siti Nadia Tarmizi mengungkap bahaya varian Corona B1351 yang tak ditemukan di varian Corona India B1617 hingga Corona Inggris B117.

"Varian B1351 dari Afrika Selatan diketahui meningkatkan risiko infeksi ulang," jelas dr Nadia dalam diskusi online Senin (31/5/2021).

Varian Corona B1351 tercatat dua kasus di DKI Jakarta, satu kasus di Jawa Timur, satu kasus di Bali. "Kita bisa lihat sebenarnya mutasi dari varian baru Corona itu banyak," sambungnya.

Beragam bahaya yang mengintai risiko saat terpapar varian baru Corona dijelaskan dr Nadia sebagai berikut.

  1. Meningkatkan penularan
  2. Meningkatkan kesakitan
  3. Meningkatkan kematian
  4. Menurunkan kemampuan alat diagnostik
  5. Menurunkan suseptibilitas terhadap antibodi dan pengobatan
  6. Dapat menimbulkan reinfeksi
  7. Meningkatkan resiko infeksi orang yang telah mendapatkan vaksinasi
  8. Meningkatkan risiko terkait COVID-19 seperti Long COVID-19
  9. Meningkatkan kejadian COVID-19 pada populasi tertentu seperti anak-anak atau orang dengan gangguan kekebalan.


Simak Video "Terdeteksi di 38 Negara, Penularan Varian Omicron Meningkat "
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)