Senin, 31 Mei 2021 04:59 WIB

Dialami Fadli Zon, Sudah Vaksin Kok Tertular COVID-19? Ini Kemungkinannya

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Fadli Zon Fadli Zon (Foto: Ari Saputra)
Jakarta -

Mengaku sudah dua kali vaksinasi, politisi Fadli Zon kini terinfeksi COVID-19. Ini menjadi pengingat bahwa vaksin tidak menjamin seseorang 100 persen kebal terhadap penularan.

"Covid-19 ini nyata ada. Alhamdulillah baik2 saja. Mari waspada jaga kesehatan, jaga jarak, jaga imunitas tubuh. Mohon doanya," tulis Fadli Zon di akun @fadlizon, Minggu (30/5/2021).

Fadli Zon bukan satu-satunya yang terinfeksi COVID-19 setelah vaksinasi. Beberapa waktu lalu, anggota Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Saleh Partaonan Daulay juga mengaku terinfeksi meski sudah vaksinasi.

"Berapa persen orang yang seperti saya ini, Pak (tertular meski sudah vaksin)? Yang saya tahu banyak. Yang ngaku ke saya banyak," kata Saleh, Kamis (20/5/2021).




Ketua Komnas KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) Prof Dr dr Hinky Hindra Irawan Satari, SpA(K), M.TropPaed dalam rapat dengan DPR RI menegaskan, vaksinasi tidak menjamin seseorang tidak tertular. Namun vaksin bisa memberi perlindungan agar tidak menjadi lebih parah jika seseorang tertular.

Dalam uji klinis sekalipun, relawan vaksin tetap punya kemungkinan untuk tertular. Data efikasi didapat dengan membandingkan seberapa banyak yang tertular pada kelompok penerima vaksin, dengan seberapa banyak yang tertular pada kelompok plasebo atau penerima obat kosong.

"Terjemahannya, orang yang tidak divaksinasi 3 kali lebih berisiko terinfeksi. Orang yang divaksinasi, sepertiga kemungkinan untuk terinfeksi," kata Prof Hindra, Kamis (20/5/2021).

Kenapa bisa tertular meski sudah vaksin?

Prof Hindra menjelaskan, ada tiga faktor yang menyebabkan seseorang tertular yakni:

  1. Daya tahan tubuh
  2. Keganasan virus
  3. Lingkungan.

Menurut Prof Hindra, vaksinasi hanya memperbaiki faktor pertama yakni daya tahan tubuh. Faktor virus dan lingkungan masih tetap harus dikendalikan dengan menerapkan protokol kesehatan seperti menggunakan masker, menjaga jarak, cuci tangan, dan tidak berkerumun.

"Jadi kalau terkena, pasti dia pergi keluar itu. Nggak mungkin virus itu datang ke rumah sendiri, dia harus dibawa orang. Kalau nggak, ada orang dari luar datang ke rumah dia, membawa virus. Atau dia keluar, ketemu orang yang membawa virus," jelas Prof Hindra.



Simak Video "Cerita Warga yang Kesulitan Dapatkan Vaksin Dosis Kedua"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)