Jumat, 04 Jun 2021 17:58 WIB

Selidiki Kemungkinan Varian Baru di Kudus, Kemenkes Teliti 75 Sampel Corona

Dian Utoro Aji - detikHealth
Kasus COVID-19 melonjak di Kudus, Jawa Tengah. Akibatnya, sejumlah pasien harus antre di rumah sakit untuk dapat masuk IGD RSUD Dr. Loekmono Hadi. Antrean pasien di RS Kudus (Foto: ANTARA FOTO/YUSUF NUGROHO)
Kudus -

Kabupaten Kudus, Jawa Tengah menjadi zona merah penyebaran virus Corona atau COVID-19. Kementrian Kesehatan pun sudah mengambil 75 sampel pasien terkena COVID-19 untuk diselidiki.

"Untuk pemeriksaan whole genome sequencing sudah kita ambi, kita tunggu ambilnya. Kita ambil 75 sampel," kata Plt Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan, Ditjen P2P Kementrian Kesehatan dr Prima Yosephine kepada wartawan ditemui di Pendapa Kabupaten Kudus, Jumat (4/6/2021).

Dia mengatakan penelitian tersebut dilakukan guna mengetahui penyebab lonjakan kasus Corona di Kudus. Apakah ada varian baru dari COVID-19 atau bukan.

"Untuk menentukan apakah ada varian baru. Kan orang positif kita pastikan apakah sudah ada varian baru apa belum. Jadi beberapa kita ambil," jelasnya.

Prima menjelaskan diperkirakan dua minggu lagi hasil tersebut baru bisa diketahui. Disebutkan sejauh ini belum ada temuan varian baru dari virus Corona.

"Sudah mungkin 2 minggu akan baru diketahui. Ada yang lalu, sekitar 2 minggu baru diketahui. Sejauh ini belum (belum ada varian baru dari COVID-19)," jelas.

Prima menambahkan saat ini dari Kementrian Kesehatan telah memberikan sejumlah bantuan. Di antaranya 50 ribu tes antigen dan 50 ribu vaksin COVID-19.

"Antisipasi sama saja. Yang penting prokes, yang kedua 3T, yang kena karantina itu yang harus ditingkatkan. Kita berikan bantuan sebanyak 50 ribu antigen dan 50 ribu vaksin kita bantu di Kudus. Sasarannya kita akan berkoordinasi dengan dinas. Mana dulu yang akan divaksin," pungkasnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Kasus Corona Kudus Melejit, Ada Sebaran Mutasi Baru? "
[Gambas:Video 20detik]