Jumat, 04 Jun 2021 09:33 WIB

Studi di RSCM: Angka Kematian Corona Anak 40 Persen, Banyak Mengeluh Gejala Ini

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Terhitung sudah 6 bulan sejak pemerintah mengumumkan kasus Corona pertama di Indonesia pada 2 Maret lalu. Kini, Per 2 September angka kasus positif COVID-19 telah mencapai 180 ribuan jiwa. Sejumlah petugas mengubur jenazah COVID-19 di TPU Pondok Ranggon, Jakarta, Rabu (2/9/2020). Menurut petugas akhir-akhir ini aktivitas penguburan meningkat. Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Sebuah studi yang dimuat dalam International Journal of Infectious Diseases meneliti gambaran kasus fatal COVID-19 pada anak. Karena data kematian Corona pada anak terbatas, para peneliti menganalisis data pasien anak di salah satu rumah sakit seperti RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta, sejak Maret hingga Oktober 2020.

Ada 490 kasus Corona yang dikategorikan suspek atau probable COVID-19. Dari jumlah tersebut, 50 (10,2 persen) kasus terkonfirmasi COVID-19. Di antara kasus yang terkonfirmasi positif Corona, 20 pasien atau 40 persen di antaranya meninggal dunia dan masuk ke dalam analisis tersebut.

"Tingkat kematian pada kasus terkonfirmasi COVID-19 pada anak-anak adalah 40 persen," jelas peneliti, dalam jurnal berjudul 'Mortality in children with positive SARS-CoV-2 polymerase chain reaction test: Lessons learned from a tertiary referral hospital in Indonesia', dikutip Jumat (4/5/2021).

Disebutkan, tak ada perbedaan kematian Corona pada laki-laki maupun perempuan. Sementara angka kematian tertinggi disebut terlihat pada usia 10 tahun ke atas.

Sebagian besar kasus kematian Corona pada anak mengeluhkan gejala umum seperti demam, malaise, mialgia hingga kelelahan. Ditemukan pula kondisi penyakit penyerta di delapan dari kasus wafat mengidap gagal ginjal akut, hingga hipertensi.

Meski begitu, studi lebih lanjut dibutuhkan untuk menggambarkan lebih jauh terkait gambaran menyeluruh kematian Corona pada anak, dan beberapa pemicunya.

"Studi lebih lanjut diperlukan untuk meningkatkan pemahaman tentang peran sindrom pernapasan akut coronavirus-2 yang parah dalam menguraikan mekanisme yang menyebabkan kematian pada anak-anak dengan komorbiditas," lanjut peneliti.



Simak Video "Meski Kasus Melandai, Satgas Covid-19 Ingatkan Pandemi Belum Berakhir"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)