Senin, 07 Jun 2021 09:38 WIB

Waspada! Varian Corona 'Delta' 40 Persen Lebih Menular, Sudah Ada di Indonesia

Ayunda Septiani - detikHealth
Virus Corona terbaru atau Sars-Cov-2 yang menjadi penyebab COVID-19 memang berbahaya. Tapi tampilannya di bawah mikroskop bisa sangat bertolak belakang. Foto ilustrasi. (Foto ilustrasi: NIAID)
Jakarta -

Virus Corona varian Delta diperkirakan 40 persen lebih mudah menular daripada varian Alpha yang menyebabkan gelombang COVID-19 terakhir di Inggris.

Pernyataan ini pun disampaikan Menteri Kesehatan Inggris Matt Hancock pada Minggu (6/6/2021) kemarin. Ia menambahkan, orang yang telah menerima dua dosis vaksin COVID-19 seharusnya terlindungi dari kedua varian virus tersebut.

"Angka ini, sekitar 40 persen lebih menular, itu saran terbaru yang saya keluarkan," jelas Hancock kepada Sky News.

Varian Delta yang juga dikenal sebagai varian B1617, saat ini menjadi strain dominan di Inggris menurut Public Health Inggris.

Sedangkan varian Alpha, yang sebelumnya dikenal sebagai varian Kent, memaksa Inggris melakukan lockdown pada Januari. Hancock mengatakan, 40 persen tersebut berasal dari badan penasihat ilmiah pemerintah Inggris, SAGE.

Vaksinasi efektif

Meski demikian, Hancock menekankan bahwa mereka yang telah mendapatkan dua dosis vaksin virus Corona seharusnya terlindungi dari gejala akibat varian Delta.

Public Health Inggris menyebutkan pada bulan lalu bahwa penelitian menunjukkan dua dosis vaksin COVID-19 efektif melawan varian Kent dan Delta.

"Saran ilmiah terbaik yang saya miliki pada tahap ini adalah, setelah menerima satu suntikan, itu tidak cukup efektif melawan varian Delta, tetapi setelah kedua suntikan, itu baru efektif," kata Hancock kepada BBC.

Varian B1617 ini juga sudah ada di Indonesia. Berikut wilayah yang sudah kemasukan virus Corona 'Delta'.

- DKI Jakarta
- Jawa Tengah
- Sumatera Selatan
- Kalimantan Tengah



Simak Video "Kemenkes Sebut Varian Delta di Indonesia Didominasi AY.23"
[Gambas:Video 20detik]
(ayd/kna)