Senin, 07 Jun 2021 15:31 WIB

Malaysia Yakin Capai Herd Immunity COVID-19 Desember 2021

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Otoritas Malaysia melaporkan total kasus virus Corona (COVID-19) di wilayahnya telah melampaui 10 ribu kasus. Foto: AP/Vincent Thian
Jakarta -

Sejak awal Juni 2021, Malaysia memutuskan untuk memberlakukan lockdown selama dua pekan untuk mengendalikan pandemi COVID-19. Pemerintah Malaysia juga menargetkan mencapai kekebalan kelompok atau herd immunity pada Desember 2021.

Untuk mencapainya, Menteri Kesehatan Adham Baba mengatakan pemerintah sudah memesan vaksin COVID-19 untuk 109 persen populasinya. Vaksin yang telah diberikan EUA oleh Malaysia adalah Pfizer, Sinovac, dan AstraZeneca.

Dikutip dari Straits Times, beberapa langkah yang dilakukan adalah penambahan lebih banyak pusat penyaluran vaksin (PPV) dan pengenalan jenis PPV baru, seperti drive-through hingga unit vaksinasi keliling.

"Sejak program dimulai tahun ini, 3,2 juta dosis vaksin telah dibagikan. Kami saat ini berada di fase kedua dari program vaksinasi nasional... memvaksinasi orang tua dan mereka yang memiliki penyakit penyerta, dengan fase tiga diharapkan bisa dimulai pada akhir Juni, melibatkan mereka (peserta vaksinasi) yang mendaftar pada Januari, Februari, dan Maret," jelas Adham Baba yang dikutip dari Straits Times, Senin (7/6/2021).

"Masalah utama kami saat ini adalah kapasitas SDM untuk mengawasi alur program vaksinasi di setiap PPV, mulai dari proses pendaftaran hingga observasi setelah menerima vaksinasi hingga crowd control. Jika semua itu sudah ada, kami akan bisa menggenjotnya meningkatkan upaya vaksin kami, dan dengan pasokan ketiga vaksin secara berkelanjutan, kami akan bisa mencapai target," lanjutnya.

"Kami sudah memesan vaksin yang cukup untuk 109 pasien populasi yang memenuhi syarat vaksinasi sebagai persiapan. Ini dilakukan setelah menghitung jumlah orang di atas 18 tahun dan yang layak menerima vaksin. Jika kami bisa mendapatkan vaksin yang dikirimkan, sebelum Desember kita bisa mencapai kekebalan kelompok (herd immunity)," pungkas Adham Baba.



Simak Video "Dirjen WHO: Pandemi Masih Jauh dari Selesai"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/kna)