Selasa, 08 Jun 2021 17:11 WIB

Mengenal Omeprazole, Obat untuk Mengatasi Gangguan Lambung

Firdaus Anwar - detikHealth
ilustrasi obat Omeprazole 20 mg sering digunakan untuk mengatasi masalah asam lambung. (Foto: iStock)
Jakarta -

Omeprazole biasa digunakan untuk mengatasi masalah pencernaan akibat asam lambung. Dikutip dari halaman Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), omeprazole bisa diberikan untuk masalah tukak lambung, tukak duodenum, refluks esofagitis, dan lain-lain.

Obat omeprazole bekerja dengan cara menghambat produksi asam lambung. BPOM menyebut omeprazole sebagai penghambat pompa proton.

Baca juga: Omeprazole 20 mg

Dosis omeprazole

Biasanya obat omeprazole diberikan secara oral atau injeksi intravena. Orang dewasa dan anak-anak dapat memanfaatkan omeprazole dengan dosis berbeda-beda sesuai dengan gejalanya.

Berikut dosis obat omeprazole yang dianjurkan BPOM berdasarkan gejala:

1. Penyakit asam lambung (GERD): 20-40 mg per hari

2. Tukak lambung: 20 mg per hari selama 4-8 minggu

3. Tukak duodenum (usus): 20 mg per hari selama 4-8 minggu

Efek samping omeprazole

Obat omeprazole 20 mg dapat dengan mudah dijumpai di toko obat atau lapak online. Hanya saja perlu diketahui bahwa omeprazole harus dikonsumsi sesuai resep dokter.

Ada risiko efek samping bila menggunakan obat omeprazole sembarangan. Efek omeprazole berbahaya mulai dari:

1. Gangguan fungsi hati

2. Halusinasi

3. Alopesia (kerontokan rambut)

4. Impotensi

5. Agitasi

6. Ginekomastia (pembesaran jaringan payudara pada laki-laki).

7. Stomatitis (peradangan pada jaringan mulut)

"Penghambat pompa proton sebaiknya digunakan dengan hati-hati pada pasien dengan penyakit hati, kehamilan, dan menyusui," tulis BPOM.

Dijelaskan juga bahwa penggunaan obat omeprazole kemungkinan menutupi gejala kanker lambung. Karena itu disarankan dokter terlebih dahulu memperhatikan tanda gejala berbahaya mulai dari turunnya berat badan, muntah berulang, kesulitan menelan, hingga muntah dan berak berdarah.

"Pada kasus-kasus seperti ini, penyakit kanker lambungnya sebaiknya dipastikan terlebih dahulu sebelum dimulai pengobatan dengan penghambat pompa proton," ungkap BPOM.



Simak Video "Mengenal Gejala GERD yang Dikaitkan dengan Serangan Jantung"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/naf)