Rabu, 09 Jun 2021 17:10 WIB

BTS Meal Picu Kerumunan, Bisa Picu Tsunami COVID ala India?

Firdaus Anwar - detikHealth
Antrean BTS Meal McD Sempat Picu Kerumunan di Surabaya Antrean BTS Meal picu kerumunan di Surabaya. (Foto: Esti Widiyana)
Jakarta -

Promo BTS Meal oleh restoran McDonald's (McD) menimbulkan kerumunan di beberapa kota. Hal ini membuat kepolisian akhirnya bertindak dengan menutup sementara lokasi restoran-restoran yang ramai oleh antrean pembeli.

Menanggapi situasi ini, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Profesor Dr dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, mengatakan bahwa pandemi COVID-19 di Indonesia saat ini dalam masa genting. Tiap daerah mulai melaporkan peningkatan kasus, diduga imbas dari libur Lebaran.

"Jakarta saja kapasitas untuk ruang rawat dan ICU sudah mulai naik 25 persen dari minggu lalu. Bandung sudah 80 persen kapasitasnya, di Sumatera umumnya sudah 80-90 persen. Jadi sekarang ini keadaan gawat," kata dr Ari pada detikcom, Rabu (9/6/2021).

Timbulnya kerumunan karena BTS Meal di McD atau semacamnya disebut dr Ari bisa memperparah situasi. Bila dibiarkan ada kemungkinan wabah COVID-19 di Indonesia akan jadi lebih buruk dari puncak gelombang pertama di bulan Januari-Februari lalu.

"Perusahaan-perusahaan itu mesti sensitif, kalau kira-kira menimbulkan kerumunan mesti diclose. Terus terang ini berbahaya dan sense of crisis kita kurang untuk hal ini," kata Prof Ari.

"Prediksi saya, kita bisa lebih parah dari bulan Januari-Februari. Seluruh Indonesia kasusnya sudah mulai menanjak naik tapi kita masih ramai... Indonesia bisa jadi India kedua karena kita enggak ada sense of crisis," pungkasnya.



Simak Video "Sukarelawan Terjun Langsung Jemput Jenazah COVID-19 di India"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)