Kamis, 10 Jun 2021 14:16 WIB

Ciri-ciri HIV Tahap Awal yang Sering Tak Disadari

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Laboratory Request, Hiv Test, Hiv Positive Ciri-ciri HIV tahap awal yang perlu diwaspadai. (Foto: iStock)
Jakarta -

Ciri-ciri HIV (human immunodeficiency virus) tahap awal bisa berbeda-beda pada setiap orang. Karakteristik gejalanya yang tidak khas juga terkadang membuat banyak orang tak sadar sedang terkena penyakit tersebut.

Tahap awal infeksi HIV biasa disebut dengan sindrom retroviral akut (ARS). Dalam tahap ini, sistem kekebalan tubuh akan berjuang untuk melawan virus HIV.

Ketika awal menginfeksi, HIV menimbulkan gejala mirip seperti flu. Berikut beberapa gejalanya.

  • Sakit kepala
  • Sakit tenggorokan
  • Kelelahan
  • Panas dingin
  • Nyeri otot
  • Pembengkakan kelenjar getah bening.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), gejala ini muncul setelah 2-4 minggu terpapar HIV. Gejalanya pun bisa berlangsung hingga beberapa minggu.

Namun, bagi sebagian orang, ciri-ciri HIV tahap awal ini bisa hanya berlangsung dalam beberapa hari.

Dalam beberapa kasus, orang yang terkena HIV tidak mengalami gejala apa pun. Namun, mereka masih dapat menularkan virus ke orang lain.

Meski demikian, tak berarti orang yang tidak mengalami gejala pada tahap awal, HIV yang diidapnya 'kurang serius'. Justru tak sedikit orang yang baru menyadari mereka terkena HIV ketika kondisinya sudah parah.

Setelah gejala awal menghilang, kamu akan memasuki tahap infeksi kedua, yakni tahap tanpa gejala. Pada tahap ini, HIV tidak akan menimbulkan gejala apa pun dalam kurun waktu yang cukup lama, yakni sekitar 10-15 tahun.

Ini tidak berarti HIV hilang begitu saja, namun mereka sedang menyerang tubuh secara diam-diam. Apabila tak segera dideteksi dan ditangani, HIV akan memasuki tahap ketiga atau tahap akhir, yakni AIDS (acquired immune deficiency syndrome).

Saat HIV sudah menjadi AIDS, gejala yang timbul pun bisa semakin parah, di antaranya sebagai berikut.

  • Demam di atas 37,8 derajat celsius
  • Menggigil parah dan berkeringat di malam hari
  • Muncul bintik-bintik putih di mulut
  • Luka di dubur
  • Kelelahan parah
  • Batuk
  • Radang paru-paru
  • Berat badan menurun drastis
  • Sakit kepala terus-menerus.

Apabila tak segera diobati, setidaknya butuh waktu sekitar 10 tahun untuk HIV berkembang menjadi AIDS. CDC pun memperkirakan tingkat kelangsungan hidup seseorang yang sudah mengidap AIDS adalah rata-rata hanya tiga tahun.

Oleh karenanya penting bagi kita untuk mengetahui ciri-ciri HIV sebagai langkah antisipasi. Namun, yang paling terpenting adalah hindari berbagai faktor risiko penyakit tersebut, seperti tidak melakukan seks bebas, dan rutin melakukan tes HIV di fasilitas kesehatan terdekat.



Simak Video "Apa Kaitannya HIV/AIDS dengan Varian Omicron?"
[Gambas:Video 20detik]
(ryh/kna)