Jumat, 11 Jun 2021 08:50 WIB

Ledakan Corona di Kudus, Merasa Kebal Usai Divaksin Diduga Jadi Pemicu

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Kasus penyebaran virus Corona di Kabupaten Kudus meledak usai Lebaran. Akibatnya, sebanyak 42 desa di kabupaten tersebut kini masuk zona merah COVID-19. Foto: ANTARA FOTO/YUSUF NUGROHO
Jakarta -

Satgas Penanganan COVID-19 menyebutkan kasus positif di Kudus, Jawa Tengah, mengalami lonjakan yang drastis. Menurut Bupati Kudus HM Hartopo, ada banyak faktor yang mempengaruhi lonjakan kasus tersebut.

HM Hartopo menyebut salah satu faktor utamanya adalah banyak warganya yang merasa sudah kebal terhadap virus pasca mendapat vaksinasi Corona. Akibatnya, banyak dari mereka yang mulai mengabaikan protokol kesehatan.

"Terkait lonjakan kasus yang ada di Kudus ini sebetulnya ada banyak faktor, salah satunya adalah vaksinasi," kata HM Hartopo dalam diskusi daring, Kamis (10/6/2021).

"Vaksinasi ini membuat masyarakat abai prokes, tidak disiplin karena menganggap setelah divaksin itu masyarakat antivirus (kebal)," lanjutnya.

HM Hartopo mengatakan sangat menyayangkan hal tersebut. Sebab, vaksinasi COVID-19 hanya bertujuan untuk meningkatkan imunitas atau antibodi tubuh dari serangan virus Corona.

"Padahal vaksinasi itu kan hanya meningkatkan antibodi saja atau imun, supaya seandainya terpapar COVID-19 itu tidak ada gejala yang berat," pungkasnya.

Penyebab lainnya yang membuat kasus COVID-19 di Kudus melonjak adalah tradisi masyarakat pasca Lebaran yaitu Anjangsana atau silaturahmi. Untuk mengatasinya, Pemerintah Kudus memperketat pembatasan keluar-masuk kota untuk menyaring pendatang yang boleh dan tidak boleh masuk Kudus.



Simak Video "Kasus Corona Kudus Melejit, Ada Sebaran Mutasi Baru? "
[Gambas:Video 20detik]
(sao/kna)