Jumat, 11 Jun 2021 10:30 WIB

Meningkat Drastis! Hunian Bed ICU Corona Malaysia Lampaui 100 Persen

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Health workers wearing Personal Protective Equipment (PPE) carry a coffin during a funeral for a COVID-19 victim in Klang, Malaysia, Sunday, May 23, 2021. Malaysia unexpectedly imposed a one-month lockdown through June 7, spooked by a sharp rise in cases, more-infectious variants and weak public compliance with health measures. (AP Photo/Vincent Thian) Foto: AP/Vincent Thian
Jakarta -

Direktur Jenderal Kesehatan Dr Noor Hisham Abdullah menyebut penggunaan tempat tidur COVID-19 di unit perawatan intensif ICU naik drastis dalam dua pekan terakhir. Dari semula 25 Mei keterisian sebanyak 96 persen, kini angkanya meningkat tajam menjadi 104 persen.

Fakta bahwa angka keterisian ICU melampaui 100 persen di Malaysia disebutnya sangat mengkhawatirkan. Namun, dalam periode yang sama, Dr Noor menyebut ada penurunan keterisian bed non ICU pada COVID-19.

"Ini pada dasarnya berarti tidak ada ruang bagi pasien yang datang membutuhkan perawatan intensif, ini adalah kasus kritis," katanya, dikutip dari MalayMail.

"Penggunaan tempat tidur non-ICU untuk Covid-19 telah menurun dari 99 persen menjadi 89 persen dalam dua minggu terakhir," sambungnya.

Melihat tren peningkatan kasus keterisian bed ICU pasien COVID-19, Dr Noor mewanti-wanti masyarakat bahwa Corona Malaysia tengah dalam level kritis. Ia mengajak semua warga Malaysia untuk segera menerima vaksin Corona dan tidak mengabaikan protokol kesehatan COVID-19.

"Ini bisa semakin meningkat jika masyarakat tidak hati-hati, situasi tidak boleh dianggap enteng, masyarakat harus memastikan mematuhi semua SOP COVID-19 dan mendaftar vaksin," katanya.

Selain peningkatan keterisian ICU pasien COVID-19, dirinya juga mencatat puluhan klaster Corona belakangan ini yang melibatkan kelompok berisiko tinggi. Beberapa di antaranya merupakan klaster komunitas, dan terdeteksi di Selangor, Sabah, Johor, Kedah, Kuala Lumpur, Putrajaya, Penang, Kelantan, Pahang, Sarawak, Negri Sembilan dan Perak.



Simak Video "Relawan Pemakaman Malaysia Ketar-ketir Lihat Lonjakan COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)