Senin, 14 Jun 2021 09:34 WIB

Fakta-fakta Varian Delta, Gejala hingga Temuan 28 Kasus di Kudus

Vidya Pinandhita - detikHealth
Desa Tumpangkrasak, Kecamatan Jati, Kudus, memberlakukan pembatasan lokal untuk mencegah penyebaran virus Corona, Rabu (2/6/2021). Foto: Dian Utoro Aji/detikcom
Jakarta -

Kabupaten Kudus, Jawa Tengah kini tengah hadapi lonjakan kasus COVID-19, dengan pertambahan sebesar 7 ribu persen pada 3 minggu setelah Lebaran 2021. Varian Delta asal India teridentifikasi pada 28 sampel kasus.

"Kemarin sudah ada penelitian dari UGM, yang di sini ada varian baru B.1617.2 yang diambil sampel. Itu dulu, by name by addres belum tahu siapa itu yang kena varian baru, kemarin ada 34 yang keluar 28 ada varian baru (B.1617.2)," jelas Bupati Kudus HM Hartopo kepada wartawan ditemui di Pendopo Kabupaten Kudus, Minggu (13/6/2021).

Varian B1617.2, nama resmi varian Delta, pertama kali diidentifikasi di India, negara yang baru-baru ini mengalami gelombang tsunami kedua COVID-19.

Disebut-sebut lebih mudah menular dan berpotensi 'kabur' dari respons kekebalan dari vaksin Corona, berikut fakta seputar varian Delta:

1. Apa yang ditakutkan para ahli dari varian Delta?

Varian Delta diketahui dapat menular lebih mudah. CDC menyatakan, ada kemungkinan vaksin COVID-29 tak mempan melawan varian ini, disebabkan pengurangan kemampuan beberapa perawatan antibodi monoklonal untuk melawan virus.

"Varian seperti ini dapat dengan cepat mengambil alih dan menjadi strain utama yang beredar di satu wilayah," kata Stanley Weiss, MD, profesor kedokteran di Rutgers New Jersey Medical School dan profesor biostatistik dan epidemiologi di Rutgers School of Public Health, dikutip dari Health, Senin (14/6/2021).

"Itu menunjukkan bahwa varian ini memiliki keunggulan bertahan hidup. Di tempat-tempat seperti India, di mana kita telah melihat begitu banyak orang terinfeksi, terbukti bahwa varian ini dapat menyebar dengan cepat," lanjutnya.

Tak Boleh Lagi Pakai Nama Negara! Ini Daftar Nama Baru Varian CoronaTak Boleh Lagi Pakai Nama Negara! Ini Daftar Nama Baru Varian Corona Foto: infografis detikHealth

2. Apa saja gejalanya?

Dokter menyebut, belum ada kepastian soal gejala infeksi varian Delta. Namun sejauh ini, para dokter mencatat gejala pasien varian Delta mencakup:

  • Demam
  • Sesak napas
  • Kelelahan
  • Nyeri otot atau tubuh
  • Sakit kepala
  • Kehilangan rasa atau bau (anosmia)
  • Sakit tenggorokan
  • Hidung tersumbat atau pilek
  • Mual atau muntah
  • Diare

3. Masih manjurkah vaksin?

Sejumlah ahli memang sedang khawatir soal kemampuan vaksin melawan varian Delta. Meski demikian, vaksin masih dipercaya bisa menekan risiko penyebaran varian ini.

"Bahkan jika varian ini sebagian dapat menghindari perlindungan vaksin, semakin banyak orang yang divaksinasi, semakin kecil kemungkinannya untuk menyebar," katanya William Schaffner, MD, spesialis penyakit menular dan profesor di Vanderbilt University School of Medicine.



Simak Video "Epidemiolog: Varian Delta Buat Herd Immunity Makin Jauh"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)