Rabu, 16 Jun 2021 14:55 WIB

Vaksin Nusantara Bisa Atasi Varian Baru? Terawan: Gampang Sekali

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Anggota Komisi IX Ribka Tjiptaning dari Fraksi PDIP berbicara soal singkatan korona yakni komunitas rondo mempesona. Eks Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto. (Foto: Lamhot Aritonang)
Jakarta -

Inisiator riset vaksin Nusantara dr Terawan Agus Putranto menyebut vaksin berbasis sel dentrintik yang ia kembangkan mampu mengatasi mutasi atau varian baru SARS-CoV-2, virus penyebab COVID-19.

Eks Menteri Kesehatan ini juga mengklaim hanya butuh delapan hari untuk mencampurkan antigen varian baru yang selanjutnya akan dilarutkan bersama sampel darah.

"Soal varian saya jawab gampang sekali, hanya butuh delapan hari, antigen saya ganti. Karena Antigen itu rekombinan jadi spike S, kita tinggal lihat dia mutasi mana, tinggal gabung-gabung saja" jelas Terawan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VII DPR RI, Rabu (16/6/2021).

"Tinggal kita tambahi mutasi Inggris, India, maupun Afrika Selatan," lanjutnya.

Terawan juga merasa vaksin Nusantara berbasis sel dentrintik tak memiliki banyak persoalan dan telah mengikuti kaidah baru pembuatan vaksin.

"Pesan saya untuk uji klinis fase 3 itu termasuk varian baru. Jadi mudah-mudahan kalau nanti diizinkan," kata dia.

Oleh karena itu, Terawan meminta dukungan agar uji klinis vaksin Nusantara bisa dilanjutkan. Hingga saat ini BPOM belum memberikan 'lampu hijau' untuk kelanjutan penelitian vaksin Nusantara.

"Kita mohon, masa sih ada kendala untuk uji klinis III saja harus tidak boleh, itu menurut saya yang agak melukai hati. Dan saya juga tetap ingin bertahan, saya kerjakan di Indonesia tidak dikerjakan negara lain," ujarnya.

Simak Video: Terawan 'Bongkar' Wujud Vaksin Nusantara

[Gambas:Video 20detik]




(kna/up)