Minggu, 20 Jun 2021 05:15 WIB

Asupan Nutrisi Bagi Pasien COVID-19 Biar Cepat Pulih

Destria - detikHealth
Blonde woman in isolation at home for virus outbreak Foto: Getty Images/ArtistGNDphotography
Jakarta -

Wabah COVID-19 telah menyebar luas dengan cepat. Pemerintah melakukan berbagai macam upaya untuk menekan angka penyebaran COVID-19 agar tidak meningkat.

Selain mematuhi protokol kesehatan, tentunya kita sebagai masyarakat dapat ikut andil dalam upaya pencegahan penularan COVID-19, salah satunya dengan cara menjaga asupan nutrisi agar sistem imun kita tidak lemah.

Nutrisi dan hidrasi yang tepat sangat penting untuk penyembuhan pasien yang terpapar COVID-19. Mengonsumsi makanan yang seimbang dapat membuat sistem kekebalan tubuh menjadi kuat, sehingga risiko penyakit kronis dan penyakit menular akan lebih rendah.

Dilansir dari WHO, terdapat beberapa asupan nutrisi yang sangat dibutuhkan bagi penyembuhan pasien COVID-19.

1. Konsumsi makanan segar dan bergizi

Konsumsi buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, biji-bijian. Setiap hari, usahakan konsumsi panganan ini seberat 180 gram, daging seberat 160 gram. Untuk daging merah dapat dimakan 2 kali per minggu, dan untuk unggas 2-3 kali per minggu.

Untuk camilan, pilihlah sayuran mentah dan buah segar daripada makanan yang tinggi gula, lemak atau garam. Jangan memasak sayuran dan buah terlalu lama, karena dapat menyebabkan hilangnya vitamin yang penting bagi tubuh

Saat mengonsumsi sayuran atau buah kalengan atau kering, pilih yang tanpa tambahan garam atau gula

2. Minum air putih yang cukup

Air sangat penting untuk mengangkut nutrisi dan senyawa dalam darah, mengatur suhu tubuh, membuang limbah dan melumasi bantalan sendi. Dianjurkan minum 8-10 gelas air putih setiap hari

3. Mengonsumsi lemak dan minyak dalam jumlah sedang

Mengonsumsi lemak tak jenuh (misalnya yang terdapat pada ikan, alpukat, kacang-kacangan, minyak zaitun, kedelai, canola, bunga matahari dan minyak jagung).

Pilih daging putih seperti unggas dan ikan, yang umumnya rendah lemak. Hindari daging olahan karena tinggi lemak dan garam.

Hindari lemak trans yang diproduksi secara industri. Ini sering ditemukan dalam makanan olahan, makanan cepat saji, makanan ringan, gorengan, pizza beku, pai, kue, dan margarin

4. Kurangi konsumsi garam dan gula

Saat memasak atau menyiapkan makanan, batasi jumlah garam dan bumbu bernatrium tinggi (misalnya kecap dan kecap ikan. Batasi asupan garam harian kurang dari 5 gram (sekitar 1 sendok teh) dan gunakan garam beryodium

Batasi asupan minuman ringan atau soda yang tinggi gula (misalnya jus buah konsentrat, sirup jus buah susu beraroma dan minuman yogurt). Pilih buah-buahan segar daripada camilan manis seperti kue kering dan coklat

5. Jangan makan di luar!

Makan di rumah mengurangi tingkat kontak dengan orang lain dan menurunkan peluang dari terpaparnya COVID-19.



Simak Video "Asupan Gizi yang Perlu Diperhatikan Saat Terpapar Virus Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)