Minggu, 20 Jun 2021 11:33 WIB

RS Nyaris Penuh di Mana-mana, Inikah Penyebabnya?

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Kasus COVID-19 melonjak di Kudus, Jawa Tengah. Akibatnya, sejumlah pasien harus antre di rumah sakit untuk dapat masuk IGD RSUD Dr. Loekmono Hadi. Foto: ANTARA FOTO/YUSUF NUGROHO
Jakarta -

Kondisi keterisian rumah sakit pasien COVID-19 mulai mengkhawatirkan. Sekjen Perhimpunan Rumah Sakit Indonesia (PERSI), Partakusuma, menyebut rumah sakit perawatan pasien Corona sudah mulai penuh.

"Kondisi rumah sakit sudah nyaris penuh terutama di Jawa. Kalau pasien ringan, kami akan menganjurkan untuk isolasi mandiri tapi tetap terpantau," kata Lia dalam konferensi pers, Minggu (20/6/2021).

Selain itu Lia mengatakan kenaikan tingkat keterisian tempat tidur ini juga dilatarbelakangi dengan banyaknya pasien Corona yang datang sudah dalam kondisi gejala berat.

"Beberapa provinsi melaporkan banyak pasien yang datang dalam kondisi sudah buruk dan bahkan meninggal dunia. Ini dikhawatirkan karena adanya perubahan variasi dalam virus tersebut," bebernya.

Lia menyadari kondisi ini berdampak pada pelayanan kepada pasien. Meski sudah dilakukan upaya pemindahan pasien, logistik, serta penambahan kapasitas di rumah sakit, lonjakan pasien di rumah sakit tetap tak terbendung.

Ia juga meminta agar masyarakat sedikit menahan diri untuk tidak langsung ke rumah sakit dan datang ke puskesmas terlebih dahulu.

"Bila RS penuh, mohon bersabar dan tidak panik untuk mendapat rujkan dan bersedia dirujuk," pungkasnya.



Simak Video "Kenali Gejala Infeksi Corona Berikut Sebelum Pergi ke RS"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)