Selasa, 22 Jun 2021 20:01 WIB

COVID-19 RI Menggila, Sudah 314 Perawat Meninggal Per 21 Juni

Firdaus Anwar - detikHealth
Sejumlah tenaga kesehatan berjalan menuju ruang perawatan pasien COVID-19 di Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC), Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, Rabu (5/5/2021). Komandan Lapangan RSDC Wisma Atlet, Letkol Laut (K) Muhammad Arifin mengatakan tidak akan mengurangi jumlah tenaga kesehatan selama masa Lebaran 2021, hal tersebut untuk mengantisipasi kenaikan kasus COVID-19 dari masyarakat yang tetap melakukan mudik meski adanya larangan pemerintah sama seperti periode tahun lalu. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/wsj. Foto: ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT
Jakarta -

Kasus COVID-19 yang kembali melonjak di Indonesia jadi perhatian berbagai pihak. Selama beberapa hari terakhir kasus baru COVID-19 kembali melebihi 10.000 per hari, dengan rekor tertingginya 14.536 kasus pada Senin (21/6/2021).

Lonjakan kasus ini jadi perhatian berbagai pihak. Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) menyebut hingga 21 Juni 2021 sudah ada 6.040 perawat yang terinfeksi COVID-19 dan 314 di antaranya meninggal dunia.

PPNI menyampaikan apresiasinya pada berbagai pihak yang sampai saat ini telah bekerja sama menangani pandemi. Namun, PPNI juga mengimbau agar masyarakat lebih disiplin terhadap protokol kesehatan.

"Semangat kesukarelawanan dan gotong royong semua pihak merupakan modal utama bangsa Indonesia untuk dapat segera mengatasi bencana nasional ini," tulis PPNI dalam rilis yang diterima detikcom pada Selasa (22/6/2021).

"Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) meminta kepada masyarakat luas untuk patuh dan disipin dengan penuh kesadaran menjalankan protokol kesehatan," lanjutnya.

PPNI juga mengharapkan pemerintah mempercepat program vaksinasi COVID-19 dan aparat penegak hukum bisa memberikan sanksi yang tegas bagi pelanggar protokol tanpa pandang bulu.



Simak Video "Meski Kasus Melandai, Satgas Covid-19 Ingatkan Pandemi Belum Berakhir"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)