Rabu, 23 Jun 2021 14:25 WIB

Cara Mengatasi Efek Samping Vaksin Sinovac-AstraZeneca

Vidya Pinandhita - detikHealth
Tempat Vaksin COVID di Jakarta Timur Di Mana Saja? Foto: Agung Pambudhy/detikcom
Jakarta -

Menghadapi lonjakan kasus COVID-19 di Indonesia, pemerintah kian menggencarkan vaksinasi COVID-19. Ditargetkan, dalam 1 hari bisa menyasar 700 ribu-1 juta penerima vaksin. Namun hingga kini, tak sedikit masyarakat masih mempertanyakan efek samping vaksin COVID-19.

Semua jenis vaksin COVID-19 yang digunakan di Indonesia kini yakni Sinovac dan AstraZeneca tentu sudah melalui uji klinis oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), serta memiliki tingkat efikasi di atas syarat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Juru bicara vaksinasi COVID-19 dari Kementerian Kesehatan RI dr Siti Nadia Tarmizi menegaskan, pelaksanaan vaksinasi sama sekali tidak dipungut biaya. Mengingat efek samping lumrah terjadi setelah vaksinasi, ia mengingatkan, penanganan untuk efek samping juga sama sekali tidak dikenakan biaya dan bebas dari syarat wajib peserta BPJS.

"Terkait kejadian ikutan pasca imunisasi akan dilakukan tentunya penanganan dan penanganan ini menjadi tanggung jawab pemerintah. Masyarakat tidak akan membayar sama sekali terkait kejadian pasca imunisasinya," terang dr Nadia dalam konferensi pers virtual sebelumnya.

Lalu, apa saja efek samping vaksin COVID-19 menurut kajian BPOM? Berikut rangkumannya:

1. Vaksin Sinovac

Kepala BPOM Penny K Lukito menjelaskan, efek samping yang ditemukan dari uji klinis vaksin Corona Sinovac tergolong kategori ringan-sedang. Artinya, efek samping yang teramati tidak berbahaya dan bisa pulih kembali.

Efek samping lokal mencakup:

  • Nyeri
  • Indurasi atau iritasi
  • Kemerahan
  • Pembengkakan

Sedangkan efek samping sistemik mencakup:

  • Myalgia atau nyeri otot
  • Fatigue atau kelelahan
  • Demam

2. Vaksin AstraZeneca

Seiring pemberian persetujuan penggunaan vaksin AstraZeneca, Penny menyebut, efek samping vaksin Corona AstraZeneca yang ditemukan mencakup efek samping lokal ringan seperti bengkak di lengan dan kemerahan.

Lebih lengkapnya, dikutip dari laman resmi GOV.UK, berikut efek samping vaksin AstraZeneca berdasarkan kategorinya:

Sangat umum (memengaruhi lebih dari 1 dari 10 orang):

  • Nyeri, gatal, dan rasa panas di area suntikan
  • Merasa tidak enak badan
  • Menggigil atau demam
  • Sakit kepala
  • Mual
  • Nyeri sendi atau nyeri otot

Umum (dirasakan 1 dari 10 penerima):

  • Bengkak, kemerahan, dan benjolan di area suntikan
  • Demam
  • Muntah atau diare
  • Radang tenggorokan
  • Pilek atau batuk
  • Menggigil

Jarang (dirasakan 1 dari 100 penerima):

  • Nafsu makan menurun
  • Sakit perut
  • Kelenjar getah bening membesar
  • Keringat berlebih
  • Kulit gatal atau ruam

Vaksin AstraZeneca beberapa kali tersandung isu pembekuan darah dan kematian, khususnya batch CTMAV547. Batch ini sempat dihentikan penggunaannya untuk untuk diuji toksisitas abnormal dan sterilitas vaksin.

Namun setelah dikaji, BPOM memastikan, batch ini aman dan memenuhi syarat mutu vaksin. Maka dengan mempertimbangkan daftar efek samping vaksin, AstraZeneca batch CTMAV547 dipastikan dapat digunakan kembali.

Tak perlu khawatir, efek vaksin seperti demam, nyeri, dan kelelahan bisa diatasi sendiri di rumah. Dikutip dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), berikut cara-caranya:

  • Kompres area bekas penyuntikan yang terasa sakit menggunakan air dingin dan kain bersih untuk mengurangi peradangan.
  • Untuk mengurangi nyeri pada tangan, coba lakukan olahraga ringan. Aktivitas fisik dipercaya bisa memperlancar aliran darah dan mengurangi peradangan pada area penyuntikan.
  • Perbanyak minum air putih. Sebab, demam bisa membuat tubuh lebih mudah berkeringat sehingga berisiko mengalami dehidrasi.
  • Gunakan pakaian longgar agar tubuh merasa nyaman, sirkulasi udara pun terjaga saat tubuh mudah berkeringat karena demam.
  • Jika diperlukan, minum obat pereda nyeri seperti aspirin, ibuprofen, atau antihistamin untuk mengatasi efek samping vaksin. Namun CDC menyarankan, konsultasikan dulu dengan dokter demi keamanan.


Simak Video "Laporan BPOM soal Efek Samping Penyuntikan Vaksin Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/kna)