Rabu, 23 Jun 2021 16:48 WIB

India Dilanda Kekhawatiran Munculnya Varian Delta Plus, Ini Karakteristiknya

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
MUMBAI, INDIA - MAY 27: A patient who has Covid-19 sits on his bed in an ICU ward at the government-run St. George hospital on May 27, 2021 in Mumbai, India. Indias prolonged and devastating wave of Covid-19 infections has gripped cities and overwhelmed health resources. (Photo by Fariha Farooqui/Getty Images) Foto: Getty Images/Fariha Farooqui
Jakarta -

India menyatakan kekhawatirannya akan varian Delta Plus, mutasi dari varian Delta, setelah hampir lebih dari puluhan kasus terdeteksi di seluruh negeri.

Varian Delta Plus atau AY.1, yang pertama kali diidentifikasi di Eropa, telah menginfeksi 22 pasien yang ditemukan di bagian negara Maharashtra, Kerala dan Madhya Pradesh.

Kementerian Kesehatan India mengatakan Delta Plus menunjukkan peningkatan penularan dan menyarankan ketiga negara bagian untuk meningkatkan pengujian.

"Berdasarkan temuan baru-baru ini dari INSACOG (Indian SARS-CoV-2 Genomic Consortia), kementerian kesehatan telah memperingatkan dan memberi tahu Maharashtra, Kerala dan Madhya Pradesh mengenai varian Delta Plus dari COVID-19 yang ditemukan di negara-negara bagian ini," tulis pernyataan kementerian tersebut dikutip dari Al Jazeera, Rabu (23/6/2021).

Salah satu pejabat kementerian, Elizabeth Puranam mengatakan pejabat kesehatan India telah mengidentifikasi tiga karakteristik varian Delta Plus.Konsorsium tersebut tidak hanya ditugaskan untuk mengurutkan seluruh genom virus, tetapi juga memberikan masukan tepat waktu tentang langkah-langkah respons kesehatan masyarakat yang tepat untuk diadopsi oleh negara bagian.

"Yang pertama meningkatkan transmisibilitas, yang kedua lebih mengikat reseptor sel paru-paru, dan juga ada potensi pengurangan respons antibodi," katanya.

Pakar kesehatan telah memperingatkan bahwa varian Delta Plus dapat memicu gelombang ketiga COVID-19 di India.

Kementerian Kesehatan India juga mengatakan varian Delta Plus juga telah ditemukan setidaknya di sembilan negara, termasuk Inggris, Amerika Serikat, Jepang, Rusia, India, Portugal, Swiss, Nepal, dan China.



Simak Video "Varian Corona Delta Bermutasi Lagi, Namanya 'Delta Plus'"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)