Rabu, 23 Jun 2021 17:15 WIB

Sama-sama Pertama Kali Ditemukan di India, Ini Beda Varian Delta Vs Varian Kappa

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Tenaga kesehatan melakukan tes swab antigen kepada warga di Gg Bahagia, Kel Gerendeng, Kec Karawaci, Tangerang. Upaya ini sebagai tracing atau pelacakan untuk menekan penyebaran COVID-19. Foto: Andhika Prasetia
Jakarta -

Virus Corona terus bermutasi menghadirkan beragam varian baru yang bermunculan di berbagai belahan dunia, termasuk varian Delta dan varian Kappa, yang pertama kali terdeteksi di India.

Baik varian Delta maupun varian Kappa adalah turunan dari linier B1617 yang memiliki mutasi E484Q dan L452R. Varian Delta dan varian Kappa awalnya disebut 'varian India' sebelum Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengubah namanya agar tidak terjadi diskriminasi terhadap suatu negara.

Menurut WHO, varian B1617.1 ditetapkan sebagai varian Kappa sedangkan varian B1617.2 dijuluki varian Delta. Sampel paling awal dari kedua varian ini didokumentasikan pada Oktober 2020.

Berikut perbedaan keduanya dikutip detikcom dari berbagai sumber.

Tak Boleh Lagi Pakai Nama Negara! Ini Daftar Nama Baru Varian CoronaTak Boleh Lagi Pakai Nama Negara! Ini Daftar Nama Baru Varian Corona Foto: infografis detikHealth

Varian Kappa

Varian Kappa pertama kali diidentifikasi di India pada Desember 2020. Pada akhir Maret 2021, varian Kappa menyumbang lebih dari setengah dari urutan genom yang dikirimkan dari India.

Varian Kappa diklasifikasikan sebagai variant of Interest oleh WHO yang artinya ada indikasi mempengaruhi sifat penularan, kepekaan alat tes, keparahan gejala, hingga kemampuan virus dalam menghindari imunitas.

Menurut catatan, sudah ada 27 negara yang mengidentifikasi keberadaan varian Kappa, di antarnya Inggris, Amerika Serikat, Singapura, dan Kanada.

Varian Delta

Varian Delta juga ditemukan pertama kali di India pada akhir 2020. Varian ini oleh WHO diklasifikasikan sebagai variant of concern, artinya memiliki risiko penularan dan kesakitan yang lebih tinggi dibandingkan versi aslinya.

B1617.2 atau varian Delta, memiliki peningkatan transmisi yang membuatnya bisa menyebar lebih mudah antarmanusia. Meski varian Delta belum terkonfirmasi membuat infeksi lebih berat atau menyebabkan kematian yang lebih tinggi, ada laporan peningkatan kasus rawat inap akibat varian ini.

Kabar baiknya, vaksin disebut masih efektif dalam mencegah paparan varian Delta dan mengurangi keparahan jika terinfeksi.



Simak Video "Mewaspadai Varian AY.1 'Delta Plus' yang Disebut Sudah Terdeteksi di RI"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)