Jumat, 25 Jun 2021 17:32 WIB

Tak Cuma RI, 5 Negara Ini Juga Kena Amukan COVID-19

Rita Puspita Rachmawati - detikHealth
SANTO ANDRE, BRAZIL - MARCH 11: Medical staff members transport a patient on a stretcher at the Pedro DellAntonia Sports Complex field hospital as coronavirus cases soar on March 11, 2021 in Santo Andre, Brazil. The state of Sao Paulo has reached over 80% occupancy in intensive care units and has declared a red alert as the spread of COVID-19 has accelerated in Brazil in recent weeks. State Health Minister Jean Gorinchteyn announced that they are already recruiting health professionals for reinforcement and working in 140 extra ICUs to prevent the collapse of the health system. 38 patients with COVID-19 have already died on the waiting list for ICUs beds in the state in the first ten days of March. (Photo by Alexandre Schneider/Getty Images) COVID-19 di Brasil. (Foto ilusrasi: Getty Images/Alexandre Schneider)
Jakarta -

Amukan COVID-19 di Indonesia belum menunjukkan tanda-tanda akan mereda. Ketua Tim Peneliti Whole Genome Sequence (WGS) SARS-CoV-2 Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM), dr Gunadi PhD, SpBA, mengungkap lonjakan kasus ini disebabkan oleh pelanggaran protokol kesehatan yang masif saat libur Lebaran.

Kondisi ini juga diperparah dengan munculnya varian baru corona yang disebut lebih cepat menular di Indonesia. Varian baru tersebut yaitu varian Alpha (B117), varian Beta (B1351), dan varian Delta (B1617.2).

Selain Indonesia, nyatanya amukan virus Corona juga dirasakan di beberapa negara lain. Dirangkum dari berbagai sumber, berikut adalah 5 negara yang menghadapi amukan COVID-19.

1. Brasil

Brasil mencatat rekor lonjakan 115.228 kasus COVID-19 per Rabu (23/6/2021). Vaksinasi semakin tertunda di tengah tenaga kesehatan yang terbatas.

Mengalahkan rekor India, Brasil kini menjadi negara pertama dengan penambahan kasus kematian terbanyak. Ada 2.042 orang wafat karena COVID-19 per Kamis (24/6/2021).

Amukan virus corona di Brasil hingga saat ini belum menunjukkan adanya penurunan. Presiden Jair Bolsonaro pun diketahui menolak langkah-langkah pencegahan penyebaran virus seperti lockdown.

2. Peru

Peru menjadi salah satu negara dengan beban kasus COVID-19 terburuk dunia. Banyak pasien berebut mendapatkan tempat tidur di unit perawatan intensif (ICU) di tengah keterbatasan bed.

Bahkan, 11 Juni lalu, polisi Peru menangkap tiga orang yang memperdagangkan tempat tidur unit perawatan intensif (ICU) di dua rumah sakit di kota Peru bagian selatan. Tempat tidur ICU, vaksin palsu, tangki oksigen, penipuan perawatan kesehatan seperti tidak pernah habis jadi persoalan selama pandemi COVID-19 di Peru.

Hingga Jumat (25/6/2021), total ada 2.040.186 kasus COVID-19 di Peru, tetapi angka infeksi Corona dicurigai lebih besar dari angka resmi yang dilaporkan.

3. India

Meski kasus COVID-19 di India sudah mengalami penurunan drastis dibandingkan beberapa pekan lalu, total kasus COVID-19 di sana masih tercatat tinggi. Setidaknya ada lebih dari 50 ribu kasus Corona yang dilaporkan per Kamis (24/6/2021).

Kasus penambahan COVID-19 di India menempati peringkat kedua setelah Brasil, sementara total kasus infeksi COVID-19 di sana tercatat menembus 30 juta kasus.

4. Colombia

Negara ini mencatat lonjakan kasus COVID-19 di tengah stok vaksin Corona yang langka. Total kematian COVID-19 menembus 100 ribu kasus, negara peringkat ke-10 yang melewati angka infeksi tersebut.

Colombia dan wilayah Amerika Latin menjadi simbol kesenjangan global antara negara-negara kaya seperti Amerika Serikat, Inggris, dan Israel, yang memiliki akses mudah untuk mendapatkan vaksin COVID-19, saat negara-negara miskin yang tidak memilikinya dibiarkan terus 'bergulat' dengan meningkatnya jumlah kematian Corona.

5. Rusia

Jumlah kematian Corona di Rusia melonjak tinggi, tertinggi sejak awal Februari lalu. Angka kematian COVID-19 yang melonjak diduga dipicu varian Delta yang mulai mendominasi negara tersebut.

Dikutip dari worldometers Corona, ada 568 warga yang meninggal karena Corona per Kamis (24/6/2021) sehingga angka wafat virus corona Rusia yang resmi dilaporkan mencapai 131.463 orang. Kenaikan tajam kasus varian Delta juga baru-baru ini dikhawatirkan bisa memperburuk situasi pandemi COVID-19 setempat.

Di waktu yang sama, Rusia mencatat 20.182 kasus Corona baru, menempati posisi keempat, penyumbang kasus COVID-19 terbanyak di Indonesia.



Simak Video "Ahli: Pandemi Ini Sudah Terkendali, Tapi yang Mengendalikan Virus"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)