Jumat, 25 Jun 2021 18:34 WIB

IDI: Sudah 401 Dokter di Indonesia Wafat Akibat COVID-19

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Dokter PPDS FK Unair yang bertugas di RSU dr Soetomo meninggal dunia. Dr Putri Wulan Sukmawati diketahui meninggal terpapar COVID-19. COVID-19 di Indonesia. (Foto: Esti Widiyana)
Jakarta -

Ketua Tim Mitigasi Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), dr Adib Khumaidi, SpOT, melaporkan gambaran total dokter yang meninggal akibat COVID-19. Disebutkan, ada 401 dokter yang wafat.

"Jumlah dokter yang meninggal sampai saat ini ada 401," kata dr Adib dalam konferensi pers, Jumat (25/6/2021).

Lebih lanjut, kata dr Adib, jumlah ini cukup meningkat pada bulan Juni 2021. Menurutnya, tercatat ada sebanyak 26 dokter yang meninggal pada bulan ini.

"Per bulan Juni ini sudah ada 26 dokter yang meninggal," ucap dr Adib.

"Kemudian dari data perawat yang kita koordinasikan dengan teman-teman persatuan perawat nasional Indonesia (PPNI) ada 315 perawat yang meninggal, tenaga laboratorium 25, dokter gigi 43, apoteker 15, dan bidan 150," jelasnya.

Meski demikian, dr Adib menjelaskan bahwa pihaknya belum bisa memberikan data pasti terkait jumlah tenaga kesehatan (nakes) yang meninggal akibat COVID-19. Pasalnya, masih ada beberapa kasus yang perlu dikonfirmasi dan akan dirilis pada besok Sabtu (26/6/2021).

"Ini satu kondisi yang cukup mengkhawatirkan, ini suatu kondisi yang jauh lebih buruk dari bulan Januari," ujarnya.

dr Adib pun mengimbau para dokter dan nakes untuk selalu memperketat penggunaan alat pelindung diri saat bertugas, kemudian mengatur pola bekerja agar dapat beristirahat dengan cukup.

"Kami mengimbau kepada dokter yang di atas 65 tahun untuk tetap di rumah, dan tentunya mohon bantuan jika sewaktu-waktu dibutuhkan mengenai aktivitas sosial dan perketat 5 M," tuturnya.



Simak Video "IDI Dukung Program Vaksin Berbayar Kimia Farma, Asalkan..."
[Gambas:Video 20detik]
(ryh/kna)