Sabtu, 26 Jun 2021 05:41 WIB

Viral Hoax Obat untuk Pasien COVID-19, Ini Anjuran yang Benar Menurut Dokter

Vidya Pinandhita - detikHealth
man hand holding his nutritional supplemets, healthy lifestyle background. Viral hoax obat untuk pasien COVID-19. (Foto: iStock)
Jakarta -

Baru-baru ini, viral pesan di Whatsapp berisi daftar obat yang bisa digunakan untuk mencegah infeksi paru-paru pada pasien COVID-19. Dokter menegaskan, kabar tersebut adalah hoaks. Beberapa dari obat tersebut tidak boleh dibeli secara bebas dan harus sesuai anjuran dokter.

Berikut isi pesan tersebut:

"Untuk menekan infeksi paru agar tidak cepat meningkat >50% bagi yg positif covid, Cara minum :
1. Ivermactine 12mg, 2 butir dilarutkan di air setengah gelas (3 hari sekali)
2. Azithromycin 1 x sehari (siang) 1 butir
3. Doxycycline 2 x sehari (pagi & malam) 1 butir
4. Zinc 1 x sehari larutkan di 1/2 gelas air (malam)
5. Vit e 1 x sehari (pagi)
6. Vit d 1 x sehari (siang)"

Ketua Umum Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), dr Agus Dwi Susanto, SpP(K), FISR, FAPSR menjelaskan, jika pasien COVID-19 ingin membeli atau mengonsumsi obat COVID-19, ada sejumlah obat yang sudah aman digunakan dan tercantum di dalam Pedoman Tatalaksana COVID-19.

"Dari tahun lalu acuannya ini di seluruh fasilitas layanan kesehatan. Kalau nggak ada acuan, dokter nggak bisa ngobatin. Sudah diadopsi Kementerian Kesehatan juga, jadi buku saku," terang dr Agus pada detikcom, Jumat (25/6/2021).

Berikut beberapa obat dan vitamin yang direkomendasikan untuk pasien tanpa gejala (OTG):

1. Vitamin C (untuk 14 hari) dengan pilihan:

- Tablet vitamin C non acidic 500 mg/6-8 jam oral (untuk 14 hari)
- Tablet isap vitamin C 500 mg/12 jam oral (selama 30 hari)
- Multivitamin yang mengandung vitamin C 1-2 tablet/24 jam (selama 30 hari)
- Dianjurkan multivitamin yang mengandung vitamin C, B, E, Zink

2. Vitamin D

- Suplemen: 400 IU-1000 IU/hari (tersedia dalam bentuk tablet, kapsul, tablet effervescent, tablet kunyah, tablet hisap, kapsul lunak, serbuk, sirup)
- Obat: 1000-5000 IU/hari (tersedia dalam bentuk tablet 1000 IU dan tablet kunyah 5000 IU)

3. Obat-obatan suportif baik tradisional (Fitofarmaka) maupun Obat Modern Asli Indonesia (OMAI) yang teregistrasi di BPOM dapat dipertimbangkan untuk diberikan namun dengan tetap memperhatikan perkembangan kondisi klinis pasien.

4. Obat-obatan yang memiliki sifat antioksidan dapat diberikan.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Alasan Badan Obat AS Belum Restui Ivermectin Dipakai untuk Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]