Senin, 28 Jun 2021 06:37 WIB

Orang dengan Gangguan Jiwa Tak Gampang Kena COVID-19? Dokter Ungkap Faktanya

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Program vaksinasi massal di Tangerang terus dilakukan. Vaksinasi COVID-19 kini sasar orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dan individu berkebutuhan khusus (IBK). Vaksinasi COVID-19 untuk ODGJ di Tangerang (Foto: Grandyos Zafna)
Jakarta -

Banyak anggapan bahwa orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) tidak gampang kena COVID-19 meski berkeliaran di jalan tanpa prokes. Anggapan ini menyesatkan, karena faktanya banyak pasien COVID-19 di rumah sakit juga mengidap gangguan jiwa.

Kepala Instalasi Rehabilitasi Psikososial RS Jiwa dr H Marzoeki Mahdi Bogor, dr Lahargo Kembaren, SpKJ, mengatakan pendapat-pendapat tersebut tidak sesuai dengan bukti ilmiah dan kenyataan fakta di lapangan. Disebutkan, saat ini banyak ruangan khusus pasien COVID-19 di rumah sakit tempatnya bekerja yang diisi oleh pasien ODGJ.

Ia mencontohkan, data pengidap gangguan jiwa yang terinfeksi COVID-19 di rumah sakit tempatnya bekerja sebagai berikut:

  • Ruang Antasena, kapasitas 40 tempat tidur, diisi oleh pasien ODGJ dan umum, terisi 1/2 kapasitas
  • Ruang Basudewa, kapasitas 16 tempat tidur, diisi oleh pasien ODGJ dan umum, hampir terisi penuh
  • Ruang Abimanyu, kapasitas 12 tempat tidur, terisi penuh oleh pasien ODGJ
  • Ruang Antareja, kapasitas 20 tempat tidur, diisi 3/4 oleh ODGJ
  • Ruang Pemping (ICU dan isolasi COVID-19), kapasitas 6 tempt tidur, terisi penuh oleh pasien ODGJ dan umum
  • Instalasi Gawat Darurat (IGD), saat ini terisi penuh oleh pasien ODGJ dan umum.

Menurut dr Lahargo, risiko kematian pada ODGJ yang terinfeksi COVID-19 justru meningkat dua kali lipat. Penanganan yang lebih intensif dan komprehensif perlu dilakukan pada keadaan komorbid ODGJ dan COVID-19.

"Bukan hanya COVID-19 yg diterapi, tapi juga gangguan jiwanya dan perlu dipikirkan dengan teliti interaksi obat yang diberikan," jelasnya melalui pesan singkat yang diterima detikcom, Minggu (27/6/2021).

dr Lahargo juga menjelaskan ODGJ memiliki risiko tujuh kali lipat untuk teinfeksi virus Corona. Oleh karenanya, vaksinasi COVID-19 sangat diperlukan bagi para ODGJ.

"Gangguan jiwa dapat terjadi di tengah pandemi karena stresor psikososial yang meningkat. Kamu, saya, kalian, kita bisa terkena gangguan jiwa," ujarnya.

"Saat seseorang terkena gangguan jiwa imunitasnya menurun dan pola hidup sehatnya jadi memburuk. Inilah yg meningkatkan risiko terinfeksi COVID-19," tuturnya.



Simak Video "Siapkah Indonesia Hadapi Varian Corona yang Lebih Ganas?"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)