Senin, 28 Jun 2021 07:03 WIB

Round Up

Terungkap, 3 Gejala COVID-19 Paling Banyak Ditemukan pada Anak Indonesia

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Siswa Siswi sekolah dasar kelas 5 menjalani ujian Penilaian Akhir Tahun secara tatap muka dengan mengunakan gawai di Sekolah Dasar Negeri 07 Pagi Malaka Jaya, Jakarta Timur, Rabu (9/6/2021). Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Mayoritas kasus COVID-19 pada anak tidak bergejala. Hanya 32,7 persen kasus yang bergejala, batuk jadi gejala yang paling banyak dikeluhkan.

Temuan ini terungkap dalam riset yang dilakukan Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman dan dimuat di Journal of Clinical Virology. Para peneliti mengamati 1.973 pasien dengan usia di bawah 18 tahun.

Hasil pengamatan menunjukkan 140 dari 208 kasus COVID-19 pada anak tidak menunjukkan gejala. Dari 68 yang bergejala, datanya adalah sebagai berikut.

  • Batuk: 57,4 persen
  • Kelelahan: 39,7 persen
  • Demam: 36,8 persen

Gejala berat seperti sesak napas ditemukan pada 15 kasus, sebagian besar pada bayi. Para peneliti mengingatkan, risiko penularan dengan anak sebagai pembawa terbilang tinggi justru karena didominasi kasus tanpa gejala.

"Pneumonia yang dikonfirmasi oleh X-ray lebih banyak ditemukan pada kelompok usia 1-5 tahun (77 persen) dan 6-10 tahun (66,7 persen)," ungkap Eijkman, dikutip dari postingan akun resmi Instagram.

Penelitian ini dilakukan berdasarkan data dari 190 rumah sakit di sejumlah provinsi di Indonesia.



Simak Video "Dear Orang Tua, Yuk Perketat Prokes Pada Anak!"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)