Senin, 28 Jun 2021 12:15 WIB

Samakah Napas Orang Jawa Vs Luar Jawa? Ini Kata Peneliti GeNose

Deden Gunawan - detikHealth
Jakarta -

Para peneliti Universitas Gadjah Mada (UGM) terus menyempurnakan GeNose C-19, alat deteksi COVID-19 ciptaan mereka. Salah satunya menambah beragam sampel embusan napas dari berbagai suku masyarakat yang tinggal di wilayah Nusantara. Makin beragam sampel napas di data base, teknologi kecerdasan buatan (AI) yang ada akan makin akurat mendeteksi virus corona.

"Napas orang Jawa dengan Batak, Padang, Makassar, Kalimantan itu ternyata punya keunikan masing-masing," ungkap salah seorang pencipta dan pengembang GeNose C19, Dian K Nurputra, PhD dalam program Blak-blakan di detikcom, Senin (28/6/2021).

Dian tidak merinci kenapa napas masyarakat di pulau-pulau di Indonesia berbeda-beda. Dia bilang VOC (volatile organic compound) masing-masing orang terbaca di data base dalam bentuk kurva yang diambil dari 7-10 sensor untuk mendeteksi gas dari setiap embusan napas. Nah variasi konsentrasi gas itulah yang secara unik menggambarkan seseorang positif COVID atau tidak.

Tingkat konsentrasi gas dari VOC yang diambil dari embusan napas ini berbeda-beda. Ini belum bisa disimpulkan secara pasti apakah karena makanan, ras atau genetik. Yang pasti dengan keunikan itu bukan hanya dimiliki oleh napas saja tapi hampir seluruh karakteristik dari penyakit pun akan berbeda dan unik dari ras dan negara," kata Dian.

Karena kemampuan membaca karakteristik dari sampel embusan napas tersebut GeNose mulai dilirik negara lain seperti Malaysia dan Taiwan. Namun pihak GeNose belum mau memasarkan produk mereka sebelum ada penelitian yang menganalisa pola VOC pasien-pasien di kedua negara tersebut.

"Kebetulan di kedua negara tersebut kami sudah ada kesepakatan untuk launch dulu penelitian untuk mencari tahu deskripsi di negara-negara itu. Begitu ditemukan data dan polanya dari sekian ribu pasien di sana jika sesuai dengan AI di negara kita berarti AI kita bisa dipakai," kata Dian K. Nurputra.

Dengan keterbatasan jumlah peneliti, dia melanjutkan, pihak GeNose sementara berkonsentrasi untuk melayani kebutuhan di dalam negeri terlebih dahulu.

(ddg/up)