Senin, 28 Jun 2021 21:38 WIB

5 Fakta Virus Corona Varian Lambda, Gejala hingga Bahayanya

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Novel coronavirus concept resposible for asian flu outbreak and coronaviruses influenza concept on background with flag of Peru Foto: Getty Images/iStockphoto/Anton Litvintsev
Jakarta -

Varian lambda, varian terbaru virus Corona COVID-19, kini tengah jadi sorotan. Varian dengan nama resmi C37 ini memiliki berbagai mutasi yang perlu diwaspadai, seperti mutasi L452Q dan F490S.

"Mutasi F490S sebelumnya telah dikaitkan dengan penurunan kerentanan terhadap netralisasi antibodi," kata peneliti Priscila Wink dari Hospital de ClĂ­nicas de Porto Alegre di Rio Grande do Sul dan rekan-rekannya, dikutip dari Medical News.

Sudah menyebar ke mana saja dan apa saja gejala varian lambda? Berikut rangkumannya.

1. Nama resminya C37

Varian dengan berbagai mutasi ini memiliki nama resmi C37. Varian ini pertama kali ditemukan di Peru pada Agustus 2020 lalu.

2. Sudah menyebar ke 29 negara

Varian ini sudah menyebar ke berbagai negara di dunia, sebagian besar berada di Amerika Latin. Di antaranya adalah Argentina, Brasil, Kolombia, Ekuador, dan Meksiko.

"Sejauh ini kami tidak melihat indikasi bahwa varian lambda lebih agresif," kata ahli virologi WHO Jairo Mendez-Rico, dikutip dari DW.

3. Gejala varian lambda

Dikutip dari DNA India, varian lambda juga telah teridentifikasi di Inggris. Menurut Public Health England (PHE), hingga saat ini tak ada bukti varian Corona tersebut dapat menyebabkan penyakit yang lebih parah.

Gejalanya pun serupa dengan virus Corona penyebab COVID-19 lainnya, seperti demam tinggi, batuk secara terus-menerus, dan kehilangan indra penciuman atau perasa.

4. Varian lambda belum masuk VOC

WHO mengkategorikan varian lambda sebagai variant of interest (VOI), bukan variant of concern (VOC). Artinya, virus Corona jenis ini belum menunjukkan tanda-tanda menyebabkan peningkatan keparahan penyakit atau menular lebih cepat.

"Ada kemungkinan bahwa itu menunjukkan tingkat infeksi yang lebih tinggi, tetapi kami belum memiliki cukup data yang dapat diandalkan untuk membandingkannya dengan varian Gamma atau Delta," ucap Mendez.

5. Vaksin COVID-19 masih efektif

Mendez meyakinkan bahwa semua vaksin COVID-19 yang ada saat ini mampu melawan varian lambda, bahkan semua varian baru Corona. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk segera mendapat vaksinasi COVID-19.

"Semua vaksin yang telah kami setujui di seluruh dunia umumnya efektif melawan varian virus Corona yang beredar, dan tidak ada alasan untuk mencurigai mereka kurang efektif terhadap varian lambda," jelasnya.



Simak Video "Mengenal Varian Corona Lambda yang Tengah Diselidiki WHO"
[Gambas:Video 20detik]
(ryh/up)