Vaksin Mana yang Terbaik Lawan Varian Baru Corona? Ini Kata WHO

ADVERTISEMENT

Vaksin Mana yang Terbaik Lawan Varian Baru Corona? Ini Kata WHO

Firdaus Anwar - detikHealth
Selasa, 29 Jun 2021 14:01 WIB
Warga antri untuk mendapatkan vaksin Sinovac yang disediakan oleh mobil keliling di depan pasar barang antik Ngarsopuro, Solo, Jawa Tengah, Selasa (15/6). Vaksin warga khusus untuk umur 50 tahun keatas dengan membawa KTP yang diterbitkan oleh Pemerintah Kota Solo. Dalam pelayanan vaksin tersebut dibatasi hingga 100 pemohon setiap harinya dengan lokasi yang berpindah-pindah hingga 30 Juni mendatang.
Vaksin COVID-19. (Foto ilustrasi: Agung Mardika)
Jakarta -

Kemunculan berbagai varian COVID-19 disebut bisa memengaruhi efektivitas vaksin. Diketahui sebagian vaksin efikasinya berkurang terhadap varian baru virus Corona, namun masih direkomendasikan karena tetap bisa melindungi dari kejadian sakit parah dan kematian.

Terkait hal tersebut, muncul pertanyaan terkait vaksin COVID-19 apa yang terbaik untuk melawan varian baru virus Corona.

Kepala peneliti Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Dr Soumya Swaminathan, mengatakan sebetulnya sulit membandingkan vaksin hanya dari data efikasi. Ini karena tiap perusahaan menggunakan set data yang berbeda-beda saat melakukan uji klinis.

Selain itu bisa saja vaksin memberikan efek perlindungan terhadap COVID-19 lewat cara yang tidak diukur dalam uji klinis.

"Sebagai contoh kita tahu vaksin mRNA, BioNTech-Pfizer dan Moderna, mereka memicu respons antibodi serta efikasi yang sangat tinggi. Tapi ini bukan gambaran utuh. Karena banyak vaksin lain yang tidak memicu respons antibodi setinggi itu bisa juga menstimulasi sistem imun lain bernama cell mediated immune response," papar Dr Soumya seperti dikutip dari akun Twitter resmi WHO, Selasa (29/6/2021).

"Ini alasan kenapa vaksin lain bisa tetap memberikan perlindungan yang baik meski memicu tingkat antibodi yang berbeda-beda... Jadi imunologi dari vaksin ini begitu kompleks," lanjutnya.

Dr Soumya mengakui saat penelitian makin berkembang bisa saja ada vaksin COVID-19 yang terbukti bekerja lebih baik dibandingkan yang lain. Hanya saja untuk saat ini sebaiknya tidak perlu memilih-milih sampai akhirnya jadi menunda vaksinasi.

"Sampai kita sudah memiliki suplai vaksin yang cukup, pada saat itu mungkin kita baru bisa memiliki kemewahan memilih-milih vaksin," pungkas Dr Soumya.



Simak Video "Booster Kedua untuk Lansia Direstui, Bagaimana dengan Masyarakat Umum?"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT