Rabu, 30 Jun 2021 05:30 WIB

Round Up

Prediksi Terburuk Corona RI: 1 Juta Kasus Harian di Bulan Agustus!

Tim detikHealth - detikHealth
Pemprov DKI Jakarta ungkap adanya lonjakan pemakaman dengan protap COVID-19 dalam sepekan terakhir. Hal itu terjadi usai meningkatnya kasus corona di Ibu Kota. Foto: Andhika Prasetia/Detikcom
Jakarta -

Pakar mewanti-wanti lonjakan kasus COVID-19 yang terjadi saat ini masih bisa lebih buruk lagi. Skenario terburuk yang mungkin terjadi jika tidak ada langkah pencegahan adalah 1 juta kasus harian di bulan Agustus.

Bukan itu saja, kebutuhan tempat tidur perawatan dan ruang ICU (Intensive Care Unit) juga diprediksi meningkat mulai Juli hingga Agustus 2021. Kenaikan juga bisa terjadi pada kasus kematian.

"Puncak kasus diprediksi ini terjadi pada Agustus dengan penambahan sejuta kasus sehari dan kematian lebih dari 5.000 orang per hari," kata pakar epidemiologi Universitas Griffith Australia Dicky Budiman, Selasa (29/6/2021).

Menurut Dicky, pembatasan ketat menjadi salah satu pilihan yang tidak terhindarkan jika ingin menghindari skenario terburuk tersebut. Apapun istilah yang digunakan, pada intinya adalah meniadakan aktivitas yang tidak perlu.

"Yang jelas saya sudah memberikan masukan ke pemerintah bahwa memang tidak ada opsi lain kita harus bikin pembatasan yang ketat, mau lockdown, mau PSBB, mau PPKM darurat," katanya.

Ketua Satgas COVID-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Zubairi Djoerban sebelumnya sempat mengusulkan lockdown selama 2 pekan untuk menekan COVID-19. Di tengah lonjakan yang mencapai 20 ribu kasus lebih belakangan ini, desakan tersebut kembali mencuat.

"Apakah menerapkan lockdown atau apapun namanya yang mewakili kedaruratan telat jika dilakukan sekarang?," cuitnya, dalam akun Twitter pribadi, dikutip detikcom atas seizin bersangkutan Selasa (29/6/2021).

"Tidak ada kata telat ketimbang setengah-setengah tapi kita terseret masalah selama berbulan-bulan tanpa perbaikan. Bagi saya, langkah konkret perlu dilakukan," jelas dia.



Simak Video "Meski Kasus Melandai, Satgas Covid-19 Ingatkan Pandemi Belum Berakhir"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)