ADVERTISEMENT

Rabu, 30 Jun 2021 08:08 WIB

Inggris Siap Merdeka dari COVID-19, Buka Lockdown di Bulan Juli

Firdaus Anwar - detikHealth
Inggris kembali melakukan lockdown usai ditemukannya varian baru virus Corona di negara tersebut. Kota London pun kembali sepi dari aktivitas warga. Foto: Chris J Ratcliffe/Getty Images
Jakarta -

Inggris dilaporkan akan segera mengakhiri segala bentuk pembatasan atau lockdown pada tanggal 19 Juli mendatang. Hari itu disebut juga oleh warga Inggris sebagai "Hari Kemerdekaan" terhadap COVID-19.

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson sebetulnya sudah berharap bisa mengakhiri lockdown sejak minggu sebelumnya. Hanya saja saat itu masih ada kekhawatiran ancaman varian Delta dari India yang bersifat mudah menular.

"Dengan setiap hari yang berlalu sangat jelas bagi saya dan seluruh penasihat ahli bahwa kemungkinan kita akan ada di posisi tahap terakhir pada 19 Juli. Kita kembali ke kehidupan sebelum masa COVID sebisanya," kata Boris seperti dikutip dari Reuters, Rabu (30/6/2021).

Inggris belakangan ini dilaporkan menghadapi sekitar 10.000 kasus baru COVID-19 setiap harinya. Dengan kondisi tersebut, otoritas yakin COVID-19 sudah bisa dikendalikan berkat upaya vaksinasi massal.

Diperkirakan sekitar 60 persen populasi orang dewasa di Inggris sudah mendapatkan dosis kedua vaksin COVID-19.

"Memang angka kasusnya belakangan naik, tapi yang kita lihat saat ini adalah tingkat rawat di rumah sakit yang lebih rendah. Jadi kaitan antara virus dengan sakit parah dan kematian sudah sangat-sangat lemah, meski belum hilang sepenuhnya," kata Ketua New and Emerging Respiratory Virus Threats Advisory Group (NERVTAG) Profesor Peter Horby.



Simak Video "Inggris Jadi Negara Pertama yang Setujui Vaksin Khusus Omicron"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT