Rabu, 30 Jun 2021 08:53 WIB

Kenapa Alat Tes Swab COVID-19 Murah Dijual Online? Hati-hati, Ini Pesan Dokter

Vidya Pinandhita - detikHealth
Tenaga kesehatan melakukan tes swab antigen kepada warga di Gg Bahagia, Kel Gerendeng, Kec Karawaci, Tangerang. Upaya ini sebagai tracing atau pelacakan untuk menekan penyebaran COVID-19. Foto: Andhika Prasetia
Jakarta -

Alat tes swab antigen COVID-19 kini marak diperjualbelikan secara bebas melalui e-Commerce dan media sosial. Beberapa orang yang tidak mau repot bayar mahal di klinik membeli alat tes swab ini dengan harga jauh lebih murah dibanding layanan klinik dan laboratorium.

Namun hati-hati, tes swab tidak bisa sembarang mencolok dan asal mengusap tangkai ke dalam lubang hidung. Alih-alih dapat hasil tes akurat, tes swab sendiri dengan cara yang salah justru bisa menimbulkan kesalahan hasil hingga cedera.

"Nggak boleh tes sendiri harus di lab yang dapat izin Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Bagaimana publik terjamin barang online. Barang 'kw' saja banyak," terang pakar biologi molekuler Ahmad Rusdan Utomo pada detikcom, Senin (28/6/2021).

"Menurut saya harusnya hanya untuk laboratorium karena terkait dengan sumber sampelnya juga yaitu dari swab. Beda dengan tes kehamilan yang memang mudah dilakukan karena menguji urine," lanjutnya.

Pedapat lain disampaikan dokter spesialis mikrobiologi, dr Enty, SpMK. Ia menegaskan, tes swab COVID-19 perlu dilakukan oleh dokter atau tenaga kesehatan yang terlatih.

Pasalnya, kesalahan saat swab nasofaring (lubang hidung) dan orofaring (mulut) pada pemeriksaan antigen maupun PCR (polymerase chain reaction) justru bisa menyebabkan luka, trauma, hingga refleks vagal.

Kenapa harganya bisa beda jauh?

dr Enty memahami, layanan tes swab di klinik atau laboratorium memang lebih mahal dibandingkan membeli alat sendiri secara online. Namun ia menjelaskan, layanan tes swab di klinik ini tidak hanya mencakup biaya perangkat tes, melainkan juga banyak komponen lain selain tarif kit antigen.

"Tentu (lebih aman dilakukan di klinik). Jasa medis, kantong limbah, sarung tangan, APD, biaya legalitas atau registrasi. Komponen pembentuk tarif selain kit antigen itu sendiri," terangnya.



Simak Video "Perlukah Tes COVID-19 Ulang Usai 14 Hari Isoman?"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)