Rabu, 30 Jun 2021 20:04 WIB

Round Up

Demam Tak Lagi Mendominasi, Ini Gejala COVID-19 Varian Baru yang Lebih Umum

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Tenaga kesehatan melakukan tes swab antigen kepada warga di Gg Bahagia, Kel Gerendeng, Kec Karawaci, Tangerang. Upaya ini sebagai tracing atau pelacakan untuk menekan penyebaran COVID-19. Foto: Andhika Prasetia
Jakarta -

Lonjakan kasus COVID-19 di Indonesia disebabkan oleh berbagai faktor. Mulai dari kendornya protokol kesehatan, efek libur Lebaran, hingga kemunculan varian-varian baru. Salah satu varian baru yang sangat diwaspadai adalah varian Delta atau B1617.2.

Diketahui varian Delta bisa enam kali lebih menular dibandingkan varian Corona lainnya. Bahkan bisa menular antarmanusia dalam waktu yang singkat.

Dokter spesialis penyakit dalam, dr Andi Khomeini Takdir, SpPD, mengungkapkan bahwa gejala dari varian yang pertama kali diidentifikasi di India ini juga harus terus diwaspadai. Sebab, gejalanya sedikit berbeda dengan varian-varian baru lainya.

Sejak awal pandemi, demam menjadi gejala utama dan banyak dialami pasien COVID-19. Tetapi, setelah banyaknya varian baru Corona yang muncul, gejala COVID-19 cenderung mengalami perubahan.

"Varian Delta memunculkan gejala-gejala yang sedikit berbeda. Benar, di tahun lalu sampai awal tahun ini lebih identik dengan demam. Tapi sekarang ini lebih identik dengan sakit tenggorokan di awal (infeksi), kemudian hilang penciuman (atau) pembau. Kemampuan itu beberapa hari akan terganggu," terangnya dalam konferensi pers virtual, Selasa (29/6/2021).

dr Andi mengungkapkan gejala varian baru yang juga harus diwaspadai saat ini. Misalnya seperti napas yang menjadi berat yang membutuhkan tenaga ekstra hanya untuk menarik napas.

"Nafas itu menjadi berat, maka itu salah satu parameter yang paling sederhana yang kita bisa (simpulkan) oh ini kayaknya perlu di-rontgen. Tapi terutama, perlu pertolongan dari tenaga kesehatan. Sebisa mungkin teman-teman yang isolasi mandiri jangan isolasi tanpa pengawasan," ujar dr Andi.

Selain itu, dr Andi pun memberikan cara yang efektif untuk menghadapi varian baru Corona yang bermunculan ini. Salah satu caranya adalah dengan menggunakan masker.

Menurutnya, masker adalah kunci utama yang bisa meminimalkan kebutuhan layanan kesehatan akibat infeksi varian baru Corona, baik yang sedang hingga berat.

"Varian apa pun yang kemudian nanti dirilis, kuncinya sebenarnya sederhana, masker. PR-nya kita sudah tahu, itu masker 2 lapis punya proteksi 90 persen which is lebih bagus, lebih tinggi daripada hanya 1 (lapis masker)," pungkasnya.



Simak Video "Kenali Gejala yang Timbul dari Varian Corona Delta"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)