Kamis, 01 Jul 2021 07:05 WIB

Round Up

Simpang Siur, Vaksin COVID-19 untuk Anak-Remaja dan Ibu Hamil Kapan Dimulai?

Nafilah Sri Sagita K, Destria - detikHealth
Siswa-Siswi kelas 5 menjalani ujian penilaian akhir sekolah di SD Negeri Kota Baru 2 dan 3, Bekasi Barat, Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin (7/6/2021). Ujian ini dilaksanakan secara tatap muka dengan menerapakan protokol kesehatan yang ketat dan membagi beberapa sesi kelas untuk ujian. Satu kelas terdiri dari 15 anak. Ujian ini berlangsung hingga 12 Juni 2021. Hanya kelas 4 dan 5 yang melakukan ujian tatap muka kelas lainnya laksanakan ujian secara daring. Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Secara resmi, Kementerian Kesehatan RI masih menyiapkan petunjuk teknis pelaksanaan vaksinasi COVID-19 untuk anak-remaja dan ibu hamil. Tapi kok sudah ada yang disuntik?

Salah satu kegiatan vaksinasi COVID-19 yang sudah melayani anak-remaja dan ibu hamil digelar di Kampung KB Muara Kidul, Kelurahan Pasir Jaya, Kota Bogor, Selasa (29/6/2021). Di tempat ini, sekitar 20 ibu hamil dan anak-remaja sudah mendapatkan vaksin.

Kepala Sub Bagian Tata Usaha Puskesmas Pancasan, Doni, saat ditemui detikcom membenarkan informasi tersebut. Namun disebutnya, acara tersebut hanya bersifat seremonial, sedangkan pendaftaran resmi belum dibuka hingga saat ini.

"Jadi kebetulan itu dari BKKBN launching untuk ibu hamil, menyusui, dan anak 12-17 tahun jadi kita dari Dinas Kesehatan diminta untuk melakukan vaksinasi karena dilakukan di wilayah kami, Puskesmas Pancasan," kata Doni saat ditemui detikcom, Rabu (30/6/2021).

Dalam konferensi pers Rabu (30/6/2021), Direktur Peringatan Dini Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Afrial Rosya menjelaskan bahwa vaksinasi COVID-19 untuk anak-remaja memang sudah dimulai. Pelaksanaannya melibatkan 400 ribu bidan di seluruh Indonesia.

"Dilaksanakan bertahap mulai 28 Juni di hari keluarga nasional dan akan diprioritaskan di pulau Jawa kemudian juga vaksinasi akan dilakukan oleh para bidan dan saya rasa sudah menjadi strategi oleh teman-teman operasional di kemenkes," kata Afrial.

Dari 400 ribu bidan yang disiapkan, sekitar 200 ribu di antaranya berada di Pulau Jawa.

Disebutkan, vaksinasi COVID-19 selanjutnya juga akan menyasar usia Balita atau bawah lima tahun. Namun untuk kelompok tersebut, Afrial menyebut pihaknya masih menunggu kajian riset lebih lanjut.



Simak Video "Hasil Uji Coba Akhir Vaksin CureVac Kurang Ampuh Lawan COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)