Jumat, 02 Jul 2021 17:40 WIB

Sidak Ivermectin PT Harsen, BPOM Temukan Pelanggaran dan Produk Ilegal

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Badan POM terus mendukung pemerintah dengan percepatan pengujian spesimen COVID-19 guna menekan laju penyebaran Corona di Indonesia. Foto: dok. BPOM
Jakarta -

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menemukan beberapa pelanggaran yang dilakukan PT Harsen Laboratories. Ditegaskan, dalam proses pembuatan Ivermectin mereka, ada produk ilegal hingga kemasan tak sesuai dengan ketentuan siap edar.

Tak hanya itu, BPOM juga mempersoalkan promosi Ivermectin yang dilakukan PT Harsen kepada masyarakat umum. Pasalnya, Ivermectin merupakan obat keras yang hanya bisa dipromosikan kepada tenaga kesehatan.

"Kemudian mendistribusikan Ivermectin ini tidak melalui jalur distribusi resmi. Keempat mencantumkan masa kedaluwarsa Ivermax 12 mg tidak sesuai dengan persetujuan BPOM, seharusnya akan bisa diberikan 12 bulan setelah tanggal produksi," jelas Kepala BPOM Penny K Lukito dalam konferensi pers Jumat (2/7/2021).

"Namun dicantumkan oleh PT Harsen 2 tahun setelah diproduksi. Saya kira itu adalah sesuatu hal yang critical, kedaluwarsa, mengedarkan obat yang belum dipastikan mutunya," sambungnya.

BPOM menegaskan ketentuan produksi obat dan distribusi yang tidak sesuai dengan standar akan menurunkan mutu dan kualitas obat terkait. Hal ini tentu bisa membahayakan masyarakat.

"Tentunya ini sangat-sangat berpotensi membahayakan masyarakat. Kami sampaikan bahwa langkah-langkah pembinaan telah dilakukan, namun belum ada respons dan niat baik dari pihak PT Harsen," bebernya.

BPOM kembali mewanti-wanti sanksi yang bisa dikenakan jika tak kunjung ada perbaikan dari pihak terkait. Adapun sanksinya bisa dalam bentuk administrasi seperti peringatan keras dan penghentian produksi atau sampai mencabut izin edar.

"Apakah itu sanksi administrasi atau bisa berlanjut kepada sanksi pidana berdasarkan bukti-bukti yang bisa didapatkan administrasi ada peringatan keras sampai dengan penghentian produksi dan pencabutan izin edar," kata Penny.

"Itu saya kira seharusnya sudah diketahui pelaku usaha, BPOM tentu saja melakukan pembinaan," pungkasnya.



Simak Video "Larangan Keras BPOM soal Promosi Ivermectin sebagai Obat COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)