Sabtu, 03 Jul 2021 13:44 WIB

Cegah Harga Naik Gila-gilaan, Kemenkes Tetapkan HET 11 'Obat' COVID-19

Firdaus Anwar - detikHealth
Medication prepared for people affected by Covid-19, Remdesivir is a selective antiviral prophylactic against virus that is already in experimental use, conceptual image Foto: iStock
Jakarta -

Di tengah melonjaknya kasus COVID-19 di Indonesia, sebagian tenaga kesehatan mengeluh mulai sulit mencari obat untuk pasien COVID-19. Harga obat-obatan yang biasa dipakai mengalami lonjakan harga gila-gilaan.

Menteri Koordinator Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan ada indikasi oknum yang ingin mencari keuntungan di tengah musibah. Ia mengimbau agar para oknum berhenti memainkan harga obat COVID-19 karena akan segera ditindak dengan tegas.

"Kelihatan harga obat itu mulai tidak teratur, dinaik-naikan begitulah kira-kira. Jadi seperti obat ivermectin itu sampai harga berapa puluh ribu padahal itu sebenarnya hanya 7.800 atau 8.000, di bawah 10.000," kata Luhut dalam konferensi pers daring pada Sabtu (3/7/2021).

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin telah mengeluarkan Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor HK.1.7/Menkes/4826/2021 yang mengatur 11 HET obat dalam masa pandemi. Aturan berlaku untuk seluruh apotek di Indonesia.

Berikut rinciannya:

  • Favipiravir 200 mg tablet Rp 22.500
  • Remdesivir 100 mg injeksi Rp 510.000
  • Oseltamivir 75 mg kapsul Rp 26.500
  • Intravenous immunoglobulin 5 persen 50 ml infus Rp 3.262.300
  • Intravenous immunoglobulin 10 persen 25 ml infus Rp 3.965.000
  • Intravenous immunoglobulin 10 persen 50 ml infus Rp 6.174.900
  • Ivermectin 12 mg tablet Rp 7.500
  • Tocilizumab 400 mg/20 ml infus Rp 5.710.600
  • Tocilizumab 80 mg/4 ml infus Rp 1.162.200
  • Azithromycin 500 mg tablet Rp 1.700
  • Azithromycin 500 mg infus Rp 95.400

"Ada 11 obat yang sering digunakan dalam masa pandemi Coronavirus ini kita sudah atur harga eceran tertingginya. Negara hadir untuk rakyat. Saya tegaskan di sini seperti arahan Pak Menko, saya ulangi lagi, saya sangat tegaskan di sini, kami harapkan agar dipatuhi," pungkas Menkes Budi dalam kesempatan yang sama.



Simak Video "Obat-obatan Langka dan Mahal, Kemenkes: Jangan Panic Buying!"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)