Senin, 05 Jul 2021 14:45 WIB

Benarkah ASI Bisa Cegah COVID-19? Ini Riset yang Pernah Dilakukan

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Ilustrasi ASI perah Iustrasi ASI. (Foto: thinkstock)
Jakarta -

Ramai kabar air susu ibu (ASI) mampu mencegah dan mengobati virus Corona. Bagaimana faktanya?

Sebuah riset yang dilakukan oleh pakar di China di akhir September 2020 menguji efek ASI pada sel yang terpapar SARS-CoV-2, virus penyebab COVID-19. Studi ini mengumpulkan ASI sejak tahun 2017, jauh sebelum terjadinya pandemi, dan diujicobakan pada jenis sel bervariasi dari sel ginjal hewan hingga sel paru-paru dan usus anak muda.

Hasilnya, sebagian besar strain virus yang hidup terbunuh oleh ASI. Riset yang dipimpin oleh Profesor Tong Yigang dari Beijing University of Chemical Technology ini menemukan bahwa ASI bisa memblokir replikasi virus setelah masuk ke dalam sel.

Dikutip dari South China Morning Post, dalam penelitian ini, Tong Yigang dan rekannya mencampurkan beberapa sel sehat ke dalam ASI manusia, kemudian dan mengekspos sel tersebut ke virus.

Mereka mengamati hampir tidak ada pengikatan atau masuknya virus ke sel-sel ini, dan pengobatan juga menghentikan replikasi virus dalam sel yang sudah terinfeksi. Mereka menyimpulkan bahwa infeksi dapat dihalau oleh ASI, yang diketahui memiliki efek menekan pada bakteri dan virus seperti HIV.

Diduga, virus Corona sensitif terhadap beberapa protein pada ASI seperti laktoferin.

Penelitian ini mendukung studi yang dilakukan Organisasi Kesehatan Dunia yang tetap meminta ibu meneruskan pemberian ASI ekslusif meski positif COVID-19. Penelitian yang dilakukan WHO melibatkan 46 ibu menyusui yang terinfeksi COVID-19 tetapi bayinya tidak tertular.

Sampai saat ini, belum ada penelitian atau laporan kasus yang menyatakan bahwa infeksi virus Corona dapat menular lewat ASI. Oleh karena itu, ibu menyusui yang terkena infeksi virus Corona masih boleh memberikan ASI atau menyusui bayinya.



Simak Video "ASI Bisa Bantu Transfer Antibodi COVID-19 ke Anak"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)