Senin, 05 Jul 2021 15:02 WIB

Kematian COVID-19 Anak RI Tertinggi Sedunia, IDAI Ungkap Penyebabnya

Vidya Pinandhita - detikHealth
Program vaksinasi COVID-19 untuk anak sudah mulai dilaksanakan di Indonesia. Menurut keterangan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), vaksinasi COVID-19 tahap ketiga ini juga menyasar kelompok anak usia 12-17 tahun. Ilustrasi. (Foto: Getty Images/Andre Coelho)
Jakarta -

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyebut kematian anak akibat COVID-19 di Indonesia sempat menjadi yang paling tinggi sedunia. Di samping riwayat komorbid pada sebagian anak yang terinfeksi COVID-19, ditegaskan bahwa tingginya kasus kematian tersebut juga disebabkan keterlambatan testing pada anak.

"Testing ini tidak merata. Ketika testing tidak merata, pandemi ini tidak merata, pandemi ini tidak akan bisa kita selesaikan terutama anak jarang ditesting sehingga kasus anak ini yang yang terlambat karena telat ditesting," tegas Ketua Umum PP Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Aman Bhakti Pulungan dalam rapat bersama Komisi IX DPR RI, Senin (5/7/2021).

Dalam paparannya, berikut persentase kematian anak berdasarkan rentang usia:

  • 0 - 28 hari : 16 persen
  • 29 hari - 11 bulan 29 hari : 23 persen
  • 1 tahun - 5 tahun 11 bulan 29 hari : 20 persen
  • 6 tahun - 9 tahun 11 bulan 29 hari : 11 persen
  • 10 tahun - 18 tahun : 30 persen

Menurut dr Aman, komorbiditas turut melatarbelakangi tingginya kasus kematian. Akan tetapi, faktor utama dinilainya adalah minimnya testing.

Pasalnya, sebelum ada pandemi COVID-19, angka kematian anak akibat komorbid tidak setinggi sekarang.

"Kita lihat ini data publikasi kita. Anak kita ini turunan komorbid. Ada yang obesitas, ada yang kelainan genetik, ada yang autoimun, dan lain-lain. Boleh dikatakan memang karena autoimun kena komorbid dan lain-lain. Tapi kan selama ini mereka tidak meninggal," tegasnya.

"Kami cukup kompeten. Kami banyak yang super spesialis, yang konsultan kami bisa merawat mereka semua. Tetapi ketika mereka telat terdeteksi COVID, ini kami tidak sempat bisa menolong. Tolong beri IDAI untuk bisa menolong mereka dengan apa? Testingnya diperbanyak," lanjut Aman.



Simak Video "Menkes Budi Ungkap Rentang Usia Anak yang Paling Banyak Kena Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)