BPOM: Vaksin Moderna Masih Efektif Lawan Varian Alpha, Beta, Gamma

ADVERTISEMENT

BPOM: Vaksin Moderna Masih Efektif Lawan Varian Alpha, Beta, Gamma

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Senin, 05 Jul 2021 17:48 WIB
Uji klinis vaksin COVID-19 Sinovac dari China untuk fase ke 1-2 full report sudah didapatkan BPOM. Namun, masih ada data yang kurang untuk fase ketiga.
Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Vaksin Corona Moderna mendapat izin penggunaan darurat (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) per Jumat (2/7/2021). Efikasi vaksin COVID-19 teknologi mRNA ini mencapai 94,1 persen untuk usia di atas 18 hingga 65 tahun.

Sementara efikasi vaksin COVID-19 Moderna untuk 65 tahun ke atas mencapai 86,4 persen. Tak hanya memiliki data yang baik untuk pengidap komorbid, Kepala BPOM Penny K Lukito juga mengungkap vaksin Corona Moderna masih efektif melindungi tubuh dari varian baru Corona.

Hal ini yang kemudian menjadi salah satu pertimbangan BPOM memberikan EUA. Vaksin COVID-19 Moderna juga sudah masuk daftar emergency use listing (EUL) Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

"Dan juga ada data yang menunjukkan bahwa efikasi yang masih melindungi orang yang tidak terinfeksi COVID-19 pada varian-varian virus Alpha, Beta, Gamma, dan saya kira kami juga menilai bahwa berkembangnya varian virus ini," jelas Penny dalam rapat bersama Komisi IX DPR RI, Senin (5/7/2021).

"Data awal masih memiliki efikasi dalam melindungi orang agar tidak terinfeksi virus COVID-19," sambungnya.

Seperti diketahui, variant of concern (VoC) sudah ditemukan di Indonesia. Ada lebih dari 300 kasus varian baru Corona, varian Delta (B1617.2) yang pertama kali ditemukan di Indonesia diketahui sudah mulai mendominasi.



Simak Video "Booster Kedua untuk Lansia Direstui, Bagaimana dengan Masyarakat Umum?"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT