Selasa, 06 Jul 2021 10:59 WIB

Inggris Mulai Bersiap 'Damai' dengan COVID-19, Ini Strateginya

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Jakarta -

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengumumkan rencananya untuk mengakhiri aturan pembatasan dan jaga jarak pada 19 Juli mendatang. Ia mengatakan warga Inggris harus mulai bisa terbiasa hidup dengan virus Corona.

Dikutip dari laman Strait Times, penggunaan masker akan dibuat secara sukarela dan pemerintah Inggris tak lagi menginstruksikan orang bekerja dari rumah. Semua bisnis juga akan dibuka secara berkala termasuk klub malam.

Para menteri meyakini hubungan antara kasus virus Corona dan rawat inap di rumah sakit sudah menurun karena program vaksinasi.
"Jika kita tidak bisa membuka pembatasan dalam beberapa pekan ke depan, kita harus bertanya kapan ini akan bisa kembali normal," kata Boris dalam konferensinya, Senin (5/7/2021)

Program vaksinasi massal terus digencarkan

Inggris tengah berlomba untuk segera memvaksinasi populasinya sejak kemunculan varian Delta yang dianggap lebih cepat menular. Sekitar 64 persen orang dewasa Inggris telah mendapat vaksinasi penuh atau dua dosis vaksin.

Boris juga mengatakan akan meluncurkan program percepatan vaksinasi bagi mereka di bawah usia 40 tahun, mengurangi interval pemberian dosis dari 12 minggu menjadi delapan minggu.
Masyarakat masih harus isolasi mandiri jika dinyatakan positif COVID-19 dan kontak erat dengan pasien. Namun ke depannya mereka yang sudah vaksinasi penuh dibebaskan dari aturan isolasi mandiri. Rincian lebih lanjut akan diumumkan akhir pekan ini.

Pemerintah Inggris juga akan berupaya sebanyak mungkin orang divaksinasi, sebuah keputusan yang diyakini akan bisa menyelamatkan nyawa ribuan orang.

(kna/up)